Harga Eceran Gas Elpiji 3 Kg Dipandeglang Masih Tinggi

10.353 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID,PANDEGLANG – Harga Gas Elpiji ukuran 3 kg dipengecer, hingga saat ini masih bertahan diangka 30rb hingga 35 rb /tabung. Akibatnya bukan saja berdampak pada masyarakat miskin melainkan pada para pedagang gorengan eceran dipasaran.

Pasalnya gas bersubdi ukuran 3 kg
dianggap oleh sebagian masyarakat , dengan harga yang tidak wajar itu disinyalir karena tidak sesuai peruntukkan. Termasuk, dikonsumsi oleh kalangan pelaku bisnis dan usaha kecil.

Advertisement

” Kami sangat heran, Gas elpiji ukuran 3 kg sampai saat ini masih seperti ini, dengan harga yang cukup tinggi menurut kami,masyarakat golongan ekonomi rendah” keluh Udin, salah satu Pedagang gorengan.Asal Labuan kepada awak media,, Minggu, 7 Maret 2021.

Menurutnya, elpiji jenis Gas Elpji 3 kg ini membuat pengecer menaikkan harga sesuka hati di atas Harga Eceran Tertingi (HET) yang telah ditentukan pemerintah. Padahal, sebelumnya harga elpiji tersebut sudah melambung hingga kisaran harga Rp25 ribu-Rp27 ribu per tabungnya

” Tapi sekarang malah mencapai kisaran Rp 30rb hingga 35 ribu per tabungnya. Harusnya pemerinta segera mengusut masalah ini, apa mungkin karena semua kalangan memakai elpiji ukuran 3 kg, padahal yang ukuran tersebut diperuntukan untuk kalangan miskin,” tambahnya

Ketua Forum komunikasi Persatuan Aktivis Selatan (FKPAS) Pandeglang. Raki jubaedi juga angkat bicara, dengan banyaknya pedagang gas elpiji 3 kg yang tak mengikuti aturan yang berlaku terkait harga eceran tertinggi (HET) gas bersubsidi tersebut, ia sangat menyayangkan dengan kondisi harga yang terus melambung.

“ Padahal aturannya jelas, di tingkat agen (penyalur) itu harganya Rp 14.500 per tabung. Sedangkan, di tingkat pangkalan harganya Rp 16 ribu. Kalau harganya lebih dari ketentuan, berarti ada penyalahgunaan ketentuan, artinya, yang menjual di atas HET harus mendapat sanksi,” tegasnya.

Raki berharap. Kepada pihak yang punya kewenangan dalam hal ini. Agar supaya lebih pro aktif lagi untuk melakukan pengawasan terkait pendistribusian gas 3 kg, kemudian melakukan pengecekan kesetiap pangkalan, kenapa dimasyarakat harga bisa tidak sesuai aturan Pemerintah.

” Hal ini dilakukan tujuannya agar barang yang bersubsidi ini peruntukannya tepat sasaran. Karena memang Gas elpiji ukuran 3 kg diperuntukan untuk kalangan tidak mamapu dan usaha kecil, seperti tukang gorengan dan rumah tangga miskin, tetapi kalau kita melihat sekarang ini bahkan hampir semua kalangan mampu juga menggunakan gas 3 kg,” pungkasnya