
BUANAINDONESIA.CO.ID, PANDEGLANG – Sejumlah warga masyarakat desa Citeureup, kecamatan Panimbang kabupaten Pandeglang-banten dikeluhkan akibat tingginya harga tabung gas ukuran 3 kilogram dipasaran hingga mencapai kisaran sebesar Rp 30 ribu/tabung. Senin, 10 Juni 2019.
Seperti diungkapkan Tati (30) warga masyarakat Cangkudu kepada awak media, akibat tingginya harga gas elpiji dipasaran sebagian warga terpaksa harus rela memasak dengan menggunakan kayu bakar, ironisnya lagi selain harga tinggi juga sejak H-3 lebaran hingga saat ini warga masih sulit untuk mendapatkan gas elpiji di warung-warung.
” Udah keliling kebeberapa warung tapi enggak ada, sudah harga mahal susah dapat gas 3Kg ” ungkap Tati.
Tati mengaku sudah dua hari kesulitan mendapatkan gas 3 kg, akibatnya ia terpaksa masak menggunakan kayu bakar.
” Saya berharap agar ketersediaan gas 3 kg di kecamatan panimbang kembali normal seperti biasa.” ujar Tati.
Sementara Nana Heriana (50) salah satu karyawan SPBU Panimbang membenarkan. sejak tgl 27 Mei 2019 sudah tak ada lagi pengiriman, sementara kebutuhan hanya memperoleh sebanyak 1.120 tabung gas elpiji ukuran 3 kg untuk satu bulan.
” Pembagiannya tidak beraturan, kadang satu hari kebagian sebanyak 50 – 70 tabung” jelas Nana.
Masih kata nana, ia pun terkejut bahkan mengalami hal yang sama dimana pengecer menjual tabung dengan harga tinggi hingga mencapai sebesar Rp 30 ribu./ tabung.
” Kami berharap kepada pemerintah untuk segera melakukan penertiban baik kepada agen maupun pengecer sehingga harga yang tidak beraturan ini dapat diatasi dengan baik. ” pungkas Nana Heriana.










