Hari Ini 2 Kasus Reaktif Corona, 1 kasus PDP Meninggal

18.683 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Hingga Pekan Keenam Merebaknya Kasus Covid – 19 di kabupaten Garut Kamis 23 April 2020 berjumlah total 2.707 kasus baik OTG, ODP, PDP dan Konfirmasi + dengan perincian :

a) OTG : 438 orang, dimana 259 masih dalam tahap observasi dan 179 selesai masa observasi tanpa ada kasus kematian.

Advertisement

b) ODP : 2.217 kasus (76 kasus masih pemantauan, 6 dalam perawatan, dan 2.135 selesai pemantauan dimana 8 diantaranya meninggal).

c) PDP : 46 kasus (12 kasus sedang dalam perawatan dan 34 kasus selesai pengawasan dimana 8 diantaranya meninggal).

d) Konfirmasi + : 6 kasus terdiri 4 dalam perawatan di RSUD dr Slamet, 1 kasus Isolasi mandiri di rumah menunggu hasil laboratorium dan 1 kasus meninggal.

5. Jumlah ODP yang terdeteksi hari ini di fasilitas kesehatan, yaitu sebanyak 24 kasus dan 1 kasus PDP meninggal dunia.

Hal ini disampaikan Jubir Informasi dan Koordinasi Covid – 19 Ricky R Darajat dalam siaran Persnya hari ini.

” Sebelumnya kami sampaikan permohonan maaf atas keterlambatan press release untuk hari ini, mengingat Tim Surveilans Dinas Kesehatan Kabupaten Garut melaksanakan tracing sampai Pukul 18.30 baru selesai, lokasi tracing hari ini cukup jauh yaitu di Kecamatan Banjarwangi dan Singajaya. Pada saat bersamaan, ada 1 tim lagi yang sama-sama melaksanakan tracing di Kecamatan Tarogong Kaler” Kata Ricky R Darajat.

Masih kata Ricky, dapat disampaikan perkembangan Covid-19 hari ini di Kabupaten Garut bahwasanya hari ini terdapat penambahan Kasus Confirmasi (KC) Covid-19 sebanyak 2 kasus.Dengan rincian sebagai berikut.

” KC-5, adalah Perempuan usia 45 tahun Kecamatan Tarogong Kaler. Setelah sebelumnya ditetapkan sebagai ODP dan diperiksa rapid test tanggal 06 April 2020 dan dinyatakan REAKTIF, dan pada saat itu pula KC-5 diambil swab untuk diperiksakan PCR di Bandung. Selanjutnya yang bersangkutan melaksanakan isolasi secara mandiri. Namun demikian, pada hari ini berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium swab dinyatakan POSITIF dan posisi saat ini sedang menjalani perawatan di rumah sakit, sedangkan KC-6, adalah Laki-laki usia 42 tahun Kecamatan Cikajang. Setelah ditetapkan sebagai ODP pasca perjalanan dari negara Nepal tanggal 24 Maret 2020, kemudian dinyatakan REAKTIF tanggal 6 April dan diambil swab tanggal 8 April. Hari ini ditetapkan sebagai KC-6 dan telah mendapatkan penanganan di rumah sakit” terang Ricky.

Perlu disampaikan juga sambung Ricky, ada 1 orang PDP Laki-laki 60 tahun, warga Kecamatan Wanaraja yang masuk kemarin (22 April 2020) ke ruang isolasi RSUD dr. Slamet dan tadi pagi dinyatakan meninggal dunia dengan dugaan penyakit penyerta lainnya berupa gangguan paru-paru dan imunitas disertai gagal pernafasan.

” Jenazah PDP tersebut telah dilakukan tatalaksana sesuai protokol kesehatan dan dimakamkan di kampung halamannya. Dengan demikian, sudah 8 orang PDP meninggal sejak ditemukan kasus pertama PDP di Kabupaten Garut pada Bulan Maret 2020″ ujarnya.

Lanjutnya, Hasil tracing hari ini terhadap kontak erat dengan KC-4, yaitu sebanyak 6 orang dan KC-5 sebanyak 22 orang,Alhamdulillaah semua hasilnya dinyatakan Non-reaktif.

” Sementara itu, untuk kontak erat dengan KC-6 dalam beberapa waktu ke depan akan dilaksanakan tracing dan tracking di Kecamatan Cikajang. Tentunya, kegiatan tersebut terlebih dahulu akan dilakukan kegiatan surveilans dan penyelidikan epidemiologi terhadap beberapa orang yang memiliki riwayat kontak dengan KC-6″ pungkasnya.