Irna Merasa Bangga Peringatan Pekan Imunisasi Dan Hari Malaria Sedunia Di Pandeglang

17.849 dibaca
Bupati Pandeglang Irna Narulita Dan Gubernur Banten Wahidin Halaim mendampingi Menkes RI Nila F Moeloek dalam acara kegiata perayaan pekan Imunisasi Nasional dan peringatan hari malaria sedunia di gedung Sohibul Barokah, Pandeglang, Minggu 29 April 2018. (BUANA INDONESIA NETWORK/Benni Madsira)

BUANAINDONESIA.CO.ID PANDEGLANG – Puncak Peringatan pekan imunisasi dan hari malaria sedunia di pusatkan di Kabupaten Pandeglang, tepatnya di Gedung Shohibul barokah Desa Mandalasari Kecamatan Kaduhejo, Pandeglang. Perayaan pekan imunisasi dan hari malaria sedunia tersebut dihadiri Menteri Kesehatan RI Nila Fadilah Moeloek, Gubernur Banten Wahidin Halim, Bupati Pandeglang Irna Narulita, Gubernur Papua, dan Gubernur NTB besert 31 Bupati/Walikota Se- Indonesia.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nila F Moeloek mengatakan, pada tahun 2017 dan 2018 Kementerian Kesehatan telah membagikan secara gratis  sebanyak 2.824.450 buah kelambu anti nyamuk di 3 Provinsi di Kawasan Timur Indonesia(KTI) dengan rincian Papua 1.214.750, Papua Barat 485.700 dan NTT 1.124.000.

Advertisement

”Sebagai bentuk keseriusan Pemerintah dalam melakukan pencegahan Malaria, kami telah membagikan kelambu di 3 Provinsi Kawasan Timur Indonesia KTI, dengan memakai Kolambu masyarakat akan bebas dari penyakit malaria dan gigitan nyamuk,” kata Menkes Nila saat jumpa Pers di Gedung Sohibul Barokah, Minggu 29 April 2018.

Masih kata Menkes Nila F.Moeloek, peringatan Hari Malaria Sedunia Tahun 2018,  yang dipusatkan di Pandeglang Banten, pembagian kelambu anti nyamuk merupakan salah satu upaya Pemerintah untuk menurunkan penularan malaria di daerah endemis malaria, karena penggunaan kelambu anti nyamuk dinilai efektif dalam memberikan perlindungan pada masyarakat dari gigitan nyamuk Anopheles penular penyakit  malaria ini, pihak Pemerintah melakukan pemantauan penggunaan kelambu anti nyamuk secara serentak di Provinsi tersebut yang di laksanakan pada tanggal 9 sampai dengan 16 April 2018.

” Pada tanggal 9 sampai 16 April 2018 lalu kami melakukan pemantauan penggunaan kelambu anti nyamuk secara serentak di 3 Provinsi Kawasan Timur Indonesia, pemantauan dilakukan dari rumah ke rumah penduduk oleh para kader kesehatan yang telah di berikan pelatihan,” papar Nila.

Berdasarkan data, hasil pemantauan kelambu dilaporkan secara berjenjang dari tingkat desa oleh kader kesehatan, selanjutnya di lakukan rekapitulasi oleh Puskesmas, Kabupaten, Provinsi hingga ke tingkat Pusat Kemenkes Ri. Saat ini rekapitulasi hasil pemantauan sudah selesai dilakukan, dimana hasilnya menunjukan 90 persen dari kelambu yang di bagikan telah di gunakan oleh masyarakat.

“Hasil pantauan ini cukup menggembirakan  karena kelambu anti nyamuk yang di bagikan, sebagian besar telah digunakan. Hal ini menunjukan respon masyarakat terhadap kesadaran mencegah penularan malaria dengan menggunakan kelambu semakin meningkat. Dengan harapan penggunaan kelambu berdampak terhadap turunnya angka kejadian penyakit malaria di daerah KTI tersebut, kegiatan pemantauan ini juga tercatat dalam Musim rekor Indonesia (MURI) dengan judul ” Pemantauan penggunaan kelambu anti nyamuk secara serentak dengan jumlah terbanyak, penyerahan MURI di laksanakan pada peringatan Pekan Imunisasi dan Hari  Malaria Sedunia yang dilaksanakan di Kabupaten Pandeglang Banten,” tandasnya.

Sementara itu Bupati Pandeglang Irna Narulita, sangat mengapresiasi dan menyambut baik peringatan pekan imunisasi dan hari malaria sedunia diselenggarakan di Kabupaten  Pandeglang.

“Hal tersebut tentunya dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Pandeglang, maka kita merasa bangga juga sampai acara peringatan Pekan Imunisasi dan Hari Malaria sedunia oleh Pemerintah Pusat di pusatkan di Pandeglang ini kan suatu kebanggan dan perlu kita apresiasi, jelasnya masyarakat Pandeglang harus Sehat dengan imunisasi dan bebas dari penyakit Malaria, ini adalah peran Dinas Kesehatan juga, sukses buat kita sebagai tuan rumah perayaan peringatan hari malaria sedunia, yang di hadiri oleh Menteri Kesehatan Langsunga” paparnya di akhir acara tersebut.