Ironis, Kakek ini Hidup di Gubug Reot. Pemerintah Kemana?

6.110 dibaca

BUANAJABAR.COM, PANDEGLANG – Berbagai program di luncurkan oleh pemerintah provinsi Banten maupun Pemkab Pandeglang. Berbagai objek wisata terus di pasarkan dan di sosialisasikan untuk mengundang wisatawan lokal maupun nasional,  dengan tujuan untuk mendongkrak Pendapatan Daerah agar APBD terus menambah. Serta mengurangi angka kemiskinan di Provinsi Banten khususnya Kabupaten Pandeglang. 

Gubug Kake Saimana (70) warga Kp bojong rt 06 rw 01 Ds cikuya kec. Sukaresmi Pandeglang
Gubug Kake Saimana (70) warga Kp bojong rt 06 rw 01
Ds cikuya kec. Sukaresmi Pandeglang

Sayangnya, Masih banyak masyarakat yang hidupnya di bawah garis kemiskinan,  salah satu diantaranya adalah seorang kake Saimana Umur 70 thn Kp bojong rt 06 rw 01 Ds cikuya kec. Sukaresmi Pandeglang.

Advertisement

Ironisnya, Kake saimana ini yang hidup dibawah garis kemiskinan ini tinggal di gubug yang tidak layak huni. Lebih ironisnya lagi, hidup dirumah seorang diri. Dengan kesehatannya yang sudah menurun. Indra pengelihatnya sudah tidak normal, terkena penyakit mata katarak. Bahkan, berjalan pun di bantu dengan menggunakan tongkat. .

Sementara Pemerintah Pusat,  provinsi Banten dan Pemkab Pandeglang sedang menghabiskan anggaran di ahir tahun dengan mengadakan berbagai acara yang sangat meriah. tapi disisi lain masyarakat miskin sspwrti Kake Saimana hanya meratapi kemiskinan dengan mengandalkan bantuan dari pihak yang terketuk nuraninya.

“Kake Asmina ini selam hidupnya tidak pernah mendapatkan bantuan dari pihak Pemerintah,” Ungkap ketua IPNU Pandeglang saripudin/sule Sabtu (20/11/16).

Menurut Saripudin, masih banyaknya masyarakat hidup dibawah garis kemiskinan membuktikan kegagalan dari Pemerintah,  walaupun banyak program yang dikeluarkan, tetapi tidak pernah menyentuh masyarakat yang seharusnya menerima.

“Ini adalah kegagalan Pemprov Banten dalam mengentaskan angka kemiskinan, kake Asmina hanya contoh kecil saja di Provinsi Banten.” pungkasnya