Kadisdik Jabar Himbau Rayakan Kelulusan Jangan Rusak Citra Pendidikan Dan Sekolah

9.555 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG – Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Ahmad Hadadi menghimbau kepada seluruh siswa yang akan merayakan kelulusan jangan sampai merusak citra dunia pendidikan dan sekolah. Boleh merayakan tetapi hendaknya euforia harus disikapi dengan rasa syukur kepada Allah SWT dan persiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Kadisdik Jabar menjelaskan bahwa, nilai UN sudah tidak menentukan kelulusan, tetapi hanya menjadi acuan pemetaan pendidikan di seluruh wilayah Indonesia. Hasil UN dan kelulusan peserta didik kelas XII atau setingkat SLTA (SMA/SMK/MA) diumumkan  pada hari Kamis, 3 Mei 2018, di sekolahnya masing-masing. Hadadi berpesan agar perayaan kelulusan tidak dilaksanakan berlebihan. “Saya jauh-jauh hari telah berkomunikasi dan berpesan kepada pihak sekolah, agar siswanya tidak merayakan kelulusan dengan berlebihan, seperti konvoi kendaraan, aksi vandalisme, dan hal negatif lainnya,” kata Hadadi, usai peringatan Hardiknas 2018 di Gedung Sate, Rabu 2 Mei 2018.

Advertisement

Sementara itu ditempat yang sama Kepala Bidang PMK Disdik Jabar Dr. Dodin R Nuryadin menambahkan, hasil UN akan diumumkan secara serentak oleh pihak sekolah kepada seluruh peserta UN diseluruh wilayah Jawa Barat. Adapun pengumumannya bisa melalui surat dikirim kerumah, ada juga melalui website sekolah (online) dan juga ditempel di sekolah masing-masing, ujarnya.

Senada dengan Kadisdik, Dodin juga menghimbau kepada para peserta didik yang merayakan kelulusan, dihimbau dan dilarang untuk melakukan coret-coret baju, pawai dengan kendaraan bermotor, atau hal-hal yang tidak bermanfaat yang bertentangan nilai-nilai pendidikan dan karakter serta budaya Indonesia.
Selain itu, Disdik Jabar juga minta pihak sekolah untuk menegakkan tata tertib dan kondusifitas sekolah dan lingkungan, hal ini penting agar tidak merugikan sekolah dan anak yang bersangkutan. Rayakanlah kelulusan dengan tasyakur binikmat,”himbaunya.

Sedangkan terkait tingkat kelulusan, Dodin percaya, tingkat kelulusan tahun ini jauh lebih baik dari tahun sebelumnya, bahkan dapat mencapai 100% lulus semua. “Walaupun UN bukan lagi menjadi penentu kelulusan siswa, karena kelulusan ditentukan berdasarkan ketuntasan siswa mengikuti pembelajaran di sekolah, ikut USBN, UN dan berprilaku baik, Insya Allah semua lulus,” tandasnya.