Kini Ada Fasilitas DBC Di Klinik Utama Halmahera Medika

2.448 dibaca

 

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG РFasilitas Documentation Based Care (DBC) pertama di Jawa Barat, diresmikan di Klinik Utama Halmahera Medika pada Sabtu, 15 Februari 2020.

Documentation Based Care (DBC) adalah alat rehabilitasi medis terkemuka dari Finlandia, alat ini berfokus pada penyembuhan otot punggung, leher, bahu, dan lutut.

DBC dirancang dengan metode khusus berdasarkan pedoman rehabilitasi medis, dan hasilnya sudah terbukti di 20 negara, dan 1.000 klinik di seluruh dunia.

Direktur Klinik Utama Halmahera Medika dan Wadir Umum dan Keuangan RSKB Halmahera Siaga, Hang Dimas Santoso saat sesi Press Conference mengatakan, mayoritas masyarakat di Indonesia belum menyadari betapa pentingnya fisioterapi masalah otot, tulang, cedera olahraga, dan cedera kerja.

“Pengobatan terhadap tulang yang patah bukan hanya sekedar menyambung tulang belaka, tetapi yang lebih penting adalah untuk pengembalian fungsi tulang dan sendi secara normal,” kata Hang Dimas Santoso pada media massa.

Masih kata Hang Dimas, tujuan utama rehabilitasi medis ini adalah untuk mengatasi masalah pasien baik fisik maupun mental.

” Hal ini dilakukan untuk mengembalikan kemampuan dan kualitas hidup pasien seperti semula,” ungkap Hang Dimas Santoso.

Lanjut Hang Dimas, masalah yang timbul pada tulang pun tidak selalu disebabkan oleh hal – hal berat seperti cedera olahraga atau cedera kerja.

“Namun lebih banyak disebabkan oleh pola hidup sehari – hari yang salah, seperti posisi duduk, posisi membaca, atau cara mengangkat beban berat,” ujarnya.

Peresmian fasilitas Documentation Based Care (DBC) dihadiri Pendiri RSKB Halmahera Prof. Dr. M. Ahmad Djojosugito, dr., Sp.OT., MHA., Direktur Klinik Utama Halmahera Medika dan Wadir Umum dan Keuangan RSKB Halmahera Siaga, Hang Dimas Santoso, dokter penanggungjawab Klinik Utama Halmahera Medika, spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi, dr. Rachmat Zulkarnain Goesasi, Sp. KFR., dan jajaran manajemen Halmahera Group.

Klinik Utama Halmahera Medika di dalam fasilitas Documentation Based Care (DBC) menyediakan 12 alat rehabilitasi medis dari Finlandia yang disain khsusus untuk menormalkan otot-otot agar tetap terukur, terarah.

Documentation Based Care (DBC) sendiri diadopsi oleh 20 negara dengan 1.000 klinik tersebar di seluruh dunia, dan Klinik Utama Halmahera Medika merupakan satu-satunya yang menyediakan fasilitas DBC di Jawa Barat.

Rumah Sakit Khusus Bedah (RSKB) Halmahera Siaga, yang didirikan pada tahun 1992 oleh Prof. Dr. M. Ahmad Djojosugito, dr. Sp.OT., MHA., adalah rumah sakit pionir dalam bidang orthopedi dan traumatologi di Jawa Barat.

Saat ini selain menjadi pusat rujukan untuk orthopedi dan traumatologi, RSKB Halmahera Siaga terus berkembang dengan melayani kasus bedah lainnya dan kasus non bedah.

Setelah memantapkan posisinya sebagai rumah sakit rujukan ortopedi. di tahun 2016 Halmahera Group mulai mengembangkan klinik rehabilitasi medis dengan membuka Klinik Utama Halmahera Medika. Selain melayani fisioterapi untuk masalah otot dan tulang, klinik ini juga melayani rehabilitasi untuk tumbuh kembang anak, stroke, cedera olahraga, dan cedera kerja.