
BUANAINDONESIA.CO.ID.PANDEGLANG.
Berjumlah 88 Kepala Keluarga (KK) asal Desa Sidamukti, Kecamatan Sukaresmi, yang dinyatakan telah kehilangan tempat tinggal akibat terjangan tsunami pada 22 Desember 2018 lalu menghantam pemukiman penduduk yang berada disepanjang pantai Selatan Banten. Kini mulai berangsur telah meninggalkan tenda pengungsiannya. guna menempati Hunian Sementara (Huntara) yang baru rampung dibangun Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang-Banten.

Demikian yang disampaikan Sukarna Jaya, Kades Mekarsari disela kunjungannya pada acara ajang silaturahmi prayaan Idul Adha di perkampungan Reforma Agraria, Minggu, 11 Agustus 2019.

Menurutnya, Pembangunan Huntara berdiri diatas lahan seluas 26.000 M2.
meliputi, 88 unit rumah, 40 unit kamar mandi, 40 unit toilet, 3 unit sarana air bersih dan 1 unit Musholah. sengaja dibangun berukuran 4 X 7 Meter untuk para korban yang terdampak tsunami baik dalam kondisi rusak ringan hingga rusak berat.
“Para pengungsi sekarang sudah tidak lagi tinggal di tenda – tenda plastik, kini mereka sudah bisa menempati huntara yang baru selesai dibangun” terang kades
Kades berharap mudah-mudahan para korban tidak lagi merasa takut dan betah ditempat barunya ini.
Diakui Marsiti salah satu korban tsunami asal Sidamukti kepada awak media dirinya kini merasakan lebih aman dan nyaman. dibanding sebelumnya, rasa takut terus menghantui para pengungsi.
Apalagi pada malam hari, seringkali tak bisa tidur pulas. akibat trauma sering kali terdengar suara gemuruh ombak yang padahal hanya angin menerpa pada tenda – tenda saja.
Marsiti berharap, kepada korban lainnya yang senasib untuk saling menjaga semua fasilitas yang ada di Huntara ini.
” Sehingga tidak saling menyalahkan satu sama yang lainnya.”pungkas










