KPU Provinsi Banten Lakukan Sosialisasi Kepada Stakeholder: Bawaslu Ajak Masyarakat Tolak Politik Uang

5.270 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID.PANDEGLANG –  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten menggelar sosialisasi stakeholder di Kecamatan Se-provinsi Banten pada pemilihan, Bupati dan Wakil Bupati Serta Gubernur dan Wakil Gubernur hal tersebut sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Angsana Kabupaten Pandeglang. Kamis 7 November 2024.

Advertisement

Acara dihadiri oleh para santri, guru, tokoh masyarakat tokoh pemuda dengan jumlah peserta 58 orang. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi dan pemahaman pemilih tentang pentingnya keterlibatan dalam proses demokrasi lokal yang akan di laksanakan tgl 27 November 2024

Dalam kegiatan tersebut, Ketua KPu Kabupaten Pandeglang melalui ketua PPK Kecamatan Angsana, menyampaikan materi terkait proses pemilu, pentingnya memilih pemimpin yang berkualitas, serta cara memastikan hak pilih tetap dilindungi. Mereka juga menjelaskan tahapan pemilu, mulai dari kampanye hingga hari pemungutan suara. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai peran aktif sebagai pemilih dalam menjaga independensi dan integritas pemilihan.

” Acara ini adalah yang di selenggarakan oleh KPU provinsi Banten, untuk sosialisasi kepada stakeholder di kecamatan Angsana, semoga kegiatan ini dapat bermanfaat untuk masyarakat, semoga dari yang hadir ini bisa ikut menjelaskan kepada masyarakat lainnya,” ujar M Hasim Ketua PPK Kecamatan Angsana. Sambil membuka acara.

Komisioner Bawaslu Kabupaten Pandeglang Iman Rukmawan Mp.d Kordip Hukum dan penyelesaian sengketa, yang hadir dalam acara tersebut menjelaskan, bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya Badan Edhok Bawaslu dan KPU untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat Stskholder di kecamatan serta masyarakat, termasuk kelompok pelajar dan pemilih pemula.

“Kami berharap, melalui sosialisasi ini, para pemilih dan semua stakholder di kecamatan Angsana serta para pemilih pemula ini dapat memahami betapa pentingnya partisipasi mereka dalam PILKADA 2024 yang nantinya akan menentukan arah pembangunan provinsi banten ke depan,” ujarnya.

Iman menjelaskan, bagaiman tanggungjawab kita sebagai warga negara inidonesia, terutama warga masyarakat Banten untuk mensukseskan pilkada 2024, karena anggaran Pilkada cukup besar dengan menggunakan uang rakyat yang bersumber dari APBD kabupaten Pandeglang, ia juga berharap jangan sampai ada warga masyarakat yang mempunyai hak pilih tidak dapat memilih, maka kepada PPK PPS serta pemerintah kecamatan agar bisa mempesailitasi semua masyarakat yang sudah mempunyai hak pilih.

” Pemilu Pilkada ini adalah tanggungjawab kita bersama, tetapi kami dari Bawaslu berharap jangan sampai ada pelanggaran yang di lakukan oleh masyarakat, terutama para pendukung dari pasangan calon yang berseteru atau bermusuhan, hal ini tentunya akan menjadi kerugian bagi kita semua, kemudian ia juga menegaskan, jangan sampai pemilu tahun tahun yang lalu terulang di pilkada sekarang tahun 2024, mari kita bersama sama sampaikan kepada masyarakat agar masyarakat bisa paham proses Pilkada 2024, sehingga pilkada aman damai, kita cegah politik uang, politik hitam ujaran kebencian dan sara,” Jelasnya.

PPK dan PPS harus segare melakukan mitigasi peserta pemilih di masyarakat di takutkan ada pemilih yang sakit yang tidak bisa datang ke TPS sehingga ini harus di lakukan pendataan, kemudian harus memaksimalkan bilik suara berjalan yang sudah di siapkan oleh KPU.

” Ini untuk antisipasi adanya kecurangan atau kesalahan yang di lakukan oleh kpps ataupun orang yang tidak bertanggungjawab untuk memanfaatkan pemilih yang sakit dengan kepentingan tertentu, mari kita cegah pelanggaran pemilu yang di lakukan oleh masyarakat dan oleh pelaksana Pemilu, mari kita cegah dan awasi bersama proses pemilu Pilkada 2024,” tandasnya.

KPU Provinsi Banten melalui Sukron Mamun Mp.d selaku akademisi, berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di berbagai tempat lainnya guna memastikan keterlibatan masyarakat yang lebih luas, khususnya generasi muda. Dengan semakin banyaknya pemilih yang memahami pentingnya suara mereka, diharapkan Pilkada 2024 di provinsi banten dapat berlangsung lebih demokratis dan berkualitas.

” Integritas pemilu ini kita jaga bersama dengan modal bebas umum rahasia, berbicara integritas bagaiman kita bisa memilih, dengan mengenal calon kontestasi Pilgub dan pilbup, bagimana calon yang punya kapabilitas dan elektabilitas yang baik, serta calon yang bisa membawa Banten lebih baik, ini semua ada di tangan kita selaku pemilih, dengan apa yang menjaga integritas kita sebagai pemilih dengan menolak politik uang dan lainnya yang di larang oleh undang-undang ,” jelasnya.

Para peserta sosialisasi menyambut positif kegiatan sosialisasi terutama karena materi disampaikan dengan cara yang menarik dan interaktif. Diskusi dan tanya jawab yang berlangsung selama kegiatan memberikan kesempatan bagi peserta untuk menyampaikan pandangan mereka mengenai Pilkada dan harapan terhadap pemimpin yang akan terpilih nanti. Beberapa peserta menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman yang lebih jelas tentang tanggung jawab sebagai pemilih.