Kurangnya Perhatian Dari Pemerintah Ruang Kelas MTS Negeri 7 Pandeglang Ambruk

16.490 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID Pandeglang – Rapuh di makan usia atap ruang kelas Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 7 Pandeglang di Kampung Cikayas Desa Cikayas, Kecamatan Angsana ambruk. Ambruknya atap diduga karena kerangka yang terbuat dari kayu sudah rapuh karena semenjak Gedung berdiri belum pernah ada rehab. 

Peristiwa ambruknya bangunan berdiameter sekitar 8 x 15 meter itu, terjadi saat proses belajar mengajar berlangsung. Beruntung saat insiden terjadi tidak ada satu pun siswa yang berada dalam ruangan atau di sekitar Gedung tersebut.

Advertisement

Kepala Sekolah MTS Negeri 7 Pandeglang, Ade Isma Nurfata, ketika di kompirmasi, Ruang kelas sudah di kososngkan sejak dua tahun lalu, siswa yang menempati ruangan tersebut, sudah direlokasi ke ruangan yang lebih aman.

” Kejadian ambruk pukul 9.30 WIB saat proses belajar mengajar. Namun anak-anak sudah di dalam, tidak ada disekitar bangunan. Memang sudah lama kayu atas ruangan keropos, dan sudah 2 tahun tidak digunakan,” ujar Kepala Sekolah MTSN 7 Pandeglang, ungkapny saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis 28 Maret 2019.

Dia menceritakan, sejak dua tahun lalu, kondisi ruangan tersebut memang sudah menunjukkan tanda-tanda akan ambruk. Sehingga pihaknya terpaksa memindahkan siswa kelas 3 ke ruangan laboratorium.

” Sejak lama bangunan itu tidak ditempati karena memang sudah rapuh. Sehingga ank2 direlokasi ke ruangan lain. Awalnya diisi, namun karena kami anggap sudah tidak layak maka kami pindahkan,” jelasnya.

” Beberapa hari ini hujan, keropos itu semakin lapuk, rangkanya patah dan menarik tembok yang terpasang rangka,” sambungnya.

Maklum saja, ruangan tersebut merupakan bangunan lama, karena dibangun tahun 1999. Sejak didirikannya gedung, belum sekalipun mendapat rehabilitasi. Padahal pihaknya pernah mengajukan rehab bangunan namun tidak ada tindak lanjut.

” Bangunan tahun 1999. Sebelum ambruk sudah diketahui oleh Kemenag. Namun belum ada tindaklanjut,” tutur Ade.

Setelah insiden tersebut pihaknya sudah melaporkan ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pandeglang. Bahkan dia mengaku, pejabat Kemenag sudah meninjau kondisi bangunan yang ambruk itu.

” Kami sudah laporkan ke Kemenag dan sudah ditinjau juga. Dari Kemenang infonya akan secepatnya dibangun. Proposal permintaan gedung baru dan fasilitas penunjang sudah kami ajukan,”pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Kemenag Pandeglang, Endang membenarkan hal tersebut. Namun perihal tidak adanya bantuan sebelum kejadian, Endang memberi penjelasan. Menurutnya, sekolah tersebut sebelumnya menginduk dengan MTS Negeri 6. Lalu tahun 2016, mereka memisahkan diri. Kemudian ditahun 2018, baru ditetapkan sebagai MTS Negeri 7 Pandeglang.

” Jadi sekarang kami belum punya anggaran yang konkret. Tetapi kalau ke depan sudah punya anggaran, kementerian bisa memberi perhatian,” katanya.

Adapun perihal ambruknya bangunan tersebut, Kemenag Pandeglang masih menunggu pengajuan dari sekolah bersangkutan. Hanya saja pihaknya sudah melaporkan peristiwa itu ke Kemnag pusat.

” Pengajuan belum kami terima. Namun kami sudah melaporkan melalui Kabid Madrasah langsung ke Kementerian Agama Pusat” tandasnya.