BUANAINDONESIA.CO.ID – Pengadaan alat kesehatan masker bedah di tengah musibah Covid-19 saat ini sangat sulit ditemukan. Maka dari itu masyarakat dalam penggunaan masker beralih mamakai bahan kain sebagai jalan pintas.
Survey dilapangan, justru masker dari bahan kain ditemukan di salah satunya Apotek Al Masoem kawasan Cileunyi Kabupaten Bandung.
Sementara menurut Hanifah salah satu petugas Apotek Al Masoem mengatakan bahwa stock masker bedah saat ini memang sulit didapat. Akhirnya pihak Apotek beralih ke penjualan masker kain melihat kebutuhan masyarakat terhadap masker sangat signifikan mencapai100 persen.
“Setiap hari banyak warga membeli masker kain kesini sebagai pelindung dari wabah Covid-19 mewabah,” kata Hanifah.
Rijki (15) salah satu warga sekitar mengatakan ia datang ke Apotek Al Masoem sengaja membeli masker sebagai pelindung mulut dengan adanya wabah virus corona.”Saya beli masker kain saja , ini aman koq untuk kesehatan,” ujarnya.
Sementara itu kelangkaan masker saat ini ditanggapi oleh Ketua Ikatakan Apoteker Indonesia Bandung sekaligus pengusaha bidang kesehatan, Yakni Hj. Apt Yena Iskandar Masoem, S.Si, memang betul masker bedah sulit didapat, sekalipun ada harganya tidak terjangkau oleh masyarakat terpaksa saya beralih menggunakan masker kain.
Sebagai Bakal Calon Bupati Bandung dari PDIP ini, lanjut Yena, menggunakan masker kain awalnya iseng-iseng saja. Namun seiring masker biasa dipakai langka, saya sosialisasi ke masyarakat menggunakan masker kain akhirnya tanggapannya positif dan mereka pun sampai saat ini produksi masker rumahan. Ujarnya
“Saya sengaja mengedukasi masyarakat membuat masker kain ini terutama bagi para pelaku UKM bisa meningkatkan ekonomi kerakyatan dalam situasi saat ini sekaligus mengenalkan masker kain sebagai pelindung kesehatan minimal dapat mencegah Covid-19 virus Corona,” jelas Yena juga sebagai Bakal Calon Bupati Bandung saat dihubungi dalam teleconfrence, Kamis (2/4).
Yena melihat, bahwa kebutuhan masyarakat terhadap masker terus melonjak. Namun melihat situasi sulit akan masker, pemerintah maupun pakar kesahatan merekomendasikan masyarakat menggunakan masker kain bisa menahan polusi sektar 70 persen sekalipun Covid-19. Bahkan di Jawa Timur saat ini sedang produksi masker kain besar-besaran akibat kelangkaan masker bedah. Ujarnya.
“Saya selalu menghimbau kepada masyarakat penggunaan masker kain ini tetap harus dijaga habis pakai cuci. Minimal bisa dipakai satu sampai empat kali pakai,” pungkas Yena.








