
BUANAINDONESIA.CO.ID PANDEGLANG – Terhitung dari tahun 2017 hingga kini kurang lebih mencapai dua tahun, bangunan pendopo Wakil Bupati (Wabup) Pandeglang yang diwacanakan bakal dilakukan renovasi, tapi tak kunjung terlihat dilaksanakan. Malah bangunan itu seperti terbengkalai dan tak pernah digunakan oleh Wabup.
Pantas saja gedung itu tidak dipergunakan oleh Wabup Pandeglang. Karena memang sangat miris pada saat dilakukan pemantauan bangunan terlihat kumuh, tidak terawat dan tidak ada fasilitas apapun didalam pendopo tersebut, hanya banyak kursi-kursi bekas yang terlihat.
Lebih parahnya lagi, didepan pendopo untuk orang nomor dua di Pandeglang itu, malah digunakan untuk menyimpan bak sampah raksasa, berikut mobil rusak terparkir dan barang-barang bekas lainnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Pandeglang, Ferry Hasudin mengaku, tidak bisa menjawab soal tidak digunakannya gedung pendopo Wabup tersebut. Ia beralasan bukan dirinya yang mengisi gedung tersebut. Bahkan dia, malah berbalik bertanya kepada wartawan soal urusan gedung itu kapasitas Sekda.
” Memang itu kapasitas Sekda?. Kenapa sih tidak digunakan, masa saya yang jawab. Saya tidak bisa menjawab komentar itu, iya siapa yang mengisi gedung itu siapa? tanya aja kebeliau (Wabup) dulu,” kata Ferry sambil berjalan menuju kantornya di Sekretariat Daerah (Setda) Pandeglang, Senin 5 Nopember 2018.
Saat dipertegas sebetulnya gedung itu harus diperbaiki atau tidak, dia tidak bisa menampikan bahwa gedung memang harus diperbaiki. Tapi katanya, pada tahun 2017 lalu awalnya gedung itu mau didesain supaya representatif dan bakal dilakukan pelebaran.
” Kendala awalnya, ada masalah soal pelebaran. Itu kendalanya ingin dipelebar diperluas tapi menyangkut dengan Sekolah Dasar (SD). Nah, sebelumnya SD itu dibongkar, harus dipersiapkan dulu gedungnya,” ungkapnya.
Saat ditanya soal anggaran untuk gedung tersebut tahun 2017, ia mengaku tidak hafal percis kalau soal berapa anggaran tersebut dan menyarankan agar mempertanyakannya ke pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR).
” Iya tahun kemarin diplot, tapi kan gak jadi. Kalau 2018 tidak dianggarkan, dianggarkan itu tahun 2017. Kalau tahun sekarang ini hanya untuk Detail Engineering Design (DED)-nya saja,” katanya.
Dia juga mengaku, belum bisa memastikan untuk tahun 2019 bakal dianggarkan atau tidak untuk rehab total gedung tersebut dengan alasan tidak ada anggarannya “Sebetulnya, sudah dibahas tapi kata Girgi (Kepala DPUPR) tidak ada anggarannya. Mau digimanain lagi,” ungkapnya usai menghubungi Kepala DPUPR Pandeglang dihadapan para wartawan.










