Nyanet Festival 2026 Resmi Dibuka, Tradisi Minum Teh Cigedug Kian Mendunia Lewat KEN

204 dibaca

BUANAINDONESIA, GARUT – Tradisi budaya khas masyarakat Cigedug kembali menggema melalui pembukaan Nyanet Festival 2026 yang berlangsung di Lapangan Situgede, Desa Cigedug, Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut, Kamis (30/7/2026) malam. Festival yang telah memasuki penyelenggaraan ke-13 ini semakin istimewa karena menjadi bagian dari agenda nasional Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, sekaligus memperkuat posisi Garut sebagai daerah yang konsisten melestarikan budaya lokal.

Advertisement

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, yang membuka secara resmi festival tersebut, menegaskan bahwa tradisi Nyanet bukan sekadar kebiasaan menikmati secangkir teh hangat, tetapi merupakan simbol kebersamaan, identitas budaya, serta nilai-nilai luhur masyarakat pegunungan yang harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Menurutnya, budaya yang lahir dari kebiasaan para pemetik teh berkumpul di sekitar perapian (hawu) setelah bekerja seharian memiliki makna sosial yang sangat kuat. Selain menjadi sarana menghangatkan tubuh, tradisi tersebut juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, berbagi cerita, dan menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat.

“Tradisi seperti Nyanet merupakan identitas masyarakat Cigedug sekaligus kebanggaan Kabupaten Garut. Budaya ini harus terus dijaga, dikembangkan, dan dipromosikan agar menjadi daya tarik daerah yang mampu dikenal lebih luas,” ujar Bupati.

Ia berharap keberadaan Nyanet Festival dapat semakin meningkatkan citra Garut sebagai destinasi wisata budaya yang memiliki karakter khas dan mampu menarik minat wisatawan dari berbagai daerah.

Dukungan terhadap pengembangan festival juga disampaikan Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah. Ia menilai penyelenggaraan Nyanet Festival menjadi contoh nyata bagaimana pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan pengembangan sektor pariwisata.

Menurutnya, semangat yang dibangun dalam festival tersebut sejalan dengan visi pembangunan pariwisata Kabupaten Garut yang mengedepankan nilai budaya sebagai kekuatan utama daerah. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memberikan ruang kepada para pelaku seni dan budaya agar tradisi lokal tetap hidup dan berkembang.

Komitmen serupa disampaikan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Muslimin Anwar. Ia menegaskan bahwa Bank Indonesia mendukung berbagai kegiatan budaya yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata.

Ia menjelaskan bahwa sebuah destinasi wisata memiliki dampak ekonomi yang luas karena melibatkan banyak pelaku usaha, mulai dari UMKM, penyedia jasa, hingga masyarakat sekitar yang memperoleh manfaat langsung dari meningkatnya kunjungan wisatawan.

“Pariwisata memiliki efek berganda yang besar terhadap perekonomian. Di balik satu destinasi terdapat banyak pelaku usaha, tenaga kerja, dan harapan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan. Karena itu kami mendukung penuh pengembangan pariwisata berbasis budaya,” katanya.

Sementara itu, Pupuhu Nyanet Festival 2026, Dasep Badrusalam, menjelaskan bahwa tradisi Nyanet memiliki akar sejarah yang erat dengan perjalanan dakwah Kanjeng Sunan Gunung Djati di wilayah Priangan Timur melalui pendekatan budaya.

Ia menerangkan, secara filosofis kata Nyanet mengandung makna menyambungkan rasa, baik hubungan antarmanusia, keharmonisan dengan alam, maupun kedekatan spiritual manusia kepada Sang Pencipta sebagai wujud rasa syukur.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Nyanet Festival mengangkat tema “Mapag Dangiang Larang Srimanganti” atau Menjemput Keberkahan di Gunung Cikuray. Masuknya festival tersebut ke dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 menjadi pencapaian penting yang diharapkan mampu memperluas promosi budaya Garut di tingkat nasional.

Dasep pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, mulai dari Kementerian Pariwisata, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Garut, Bank Indonesia, Bank BJB, hingga seluruh komunitas budaya yang terus menjaga keberlangsungan tradisi Nyanet sebagai warisan budaya masyarakat Cigedug.