P3-TGAI Program Padat Karya BBWSC-3 Tingkatkan Ekonomi Petani

13.668 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, SERANG BANTEN – Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) adalah salah satu program Padat Karya yang dilaksanakan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWSC-3) Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

P3-TGAI dilaksanakan untuk mendukung salah satu agenda prioritas pembangunan yang tertuang dalam RPJMN 2020-2025, yaitu memperkuat infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar. Perkuatan infrastruktur ditujukan untuk mendukung aktivitas perekonomian dan mendorong pemerataan pembangunan nasional. Kegiatan P3-TGAI dilaksanakan secara padat karya melalui pemberdayaan masyarakat petani dalam rehabilitasi jaringan irigasi, peningkatan jaringan irigasi, dan/atau pembangunan jaringan irigasi secara partisipatif, terencana dan sistematis untuk meningkatkan kinerja pengelolaan jaringan irigasi.

Advertisement

” Semua proses pemberdayaan dimulai dari perencanaan, pelaksanaan konstruksi, pengawasan, dan pengelolaan jaringan irigasi dengan melibatkan peran serta masyarakat sebagai pelaksana kegiatan,,” ungkap Kepala Satuan Kerja (Satker) BBWSC3, Suherlan ST.MT, Jumat 19 Maret 2021.

Suherlan menegaskan, Tahun Anggaran 2021, Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWSC-3) melalui SNVT OP SDA melaksanakan program P3-TGAI sebanyak 300 lokasi sesuai Keputusan Menteri PUPR No. 308/KPTS/M/2021 yang tersebar pada 4 kabupaten/kota dan 69 kecamatan dengan uraian masing-masing lokasi adalah Kota Serang sebanyak 42 lokasi, Kabupaten Serang 83 lokasi, Kabupaten Lebak 70 lokasi dan Kabupaten Pandeglang 105 lokasi.

” Hal ini Perlu kamk sampaikan bahwa kegiatan P3-TGAI ini merupakan program Padat Karya, maka pelaksanaannya dilakukan secara sewakelola dan tidak dipihak ketigakan/dikontraktualkan, dimana pelaksananya adalah kelompok P3A/GP3A/IP3A Desa penerima program P3-TGAI yang tentunya dipilih berdasarkan musyawarah Desa sesuai dengan aturan yang tertuang dalam petunjuk teknis,” tegasnya.

Ia menambahkan dan berharapa Kelompok P3-TGAI dapat melaksanakan tigas dan pungsinya, untuk kemajuan dan pengembangan pertanian diwilayah masing-masing Desanya, sehingga pihaknya mendorong untuk pemberdayaan masyarakat lokal dalam mengelola program dari BBWSC3, keberadaan P3-TGAI dari masyarakat untuk masyarkat kembali kemasyarakat, BBWSC3 selalu mengedepankan kepentingan masyarakat petani, di wikayaj pedesaan.

” Mudah-mudahan program P3-TGAI ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat terutama masyarakat petani, apalagi kondisi saat ini tengah dilanda Pandemi Covid-19 yang telah banyak mengganggu kehidupan masyarakat banyak. Sehingga program Pemerintah dalam pemulihan ekonomi segera terentaskan, dengan mendorong para petani yang produktif, dan semoga masa pandemi ini segera berahir,” ujarnya.

Ka Satker menambahkan, dihimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dan waspada dengan adanya aksi penipuan dalam program kegiatan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI). Beberapa modus dugaan penipuan tersebut diantaranya adalah melalui • Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa palsu• Surat Keputusan palsu• Surat Pernyataan Upah/Ongkos/Jasa Kerja.

” Pihak Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR menegaskan bahwa Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) dalam pelaksanaannya tidak menunjuk Penyedia Barang/Jasa atau tidak dikontraktualkan,” pungkasnya.