
BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG -Pangdam Siliwangi Mayjen TNI Doni Monardo sebut sungai Citarum memiliki nilai yang sangat strategis melebihi seluruh sungai lainnya yang berada di Indonesia. Oleh karenanya revitalisasi sungai Citarum yang kini tengah berjalan menjadi program prioritas.
“Tanpa mengecilkan nilai sungai lainya, bagi saya Citarum memiliki nilai yang sempurna seratus angkanya,” ujar Doni. Bandung, 2 Maret 2018.

Bukan tanpa alasan Mayjen TNI Doni Monardo menyatakan hal tersebut, menurutnya terdapat tiga hal mengapa Citarum sangat bernilai, yaitu:
Sungai Citarum menghidupi warga masyarakat untuk memperoleh air, dimana air adalah sumber kehidupan, dan sungai adalah peradaban sebuah bangsa, terdapat 27 juta jiwa penduduk yang berada di cekungan Bandung bergantung dari air yang berasal dari aliran sungai citarum.
Air sungai Citarum yang di tampung di tiga waduk yaitu Saguling, Cirata , dan Jati luhur menghasilkan 1.888 mega watt, yang jika diasumsiakn setiap mega watt itu 2.200 liter minyak diesel atau solar dan jika dihitung perjam, 1 mega watt per 1 jam setara dengan penggunaan bbm solar sebanyak 2200 liter.
“Kalo dikalikan 1.888 mega watt sesuai data yang diberikan kementrian esdm nilainya total setahun sudah lebih dari 200 triliun rupiah, dan kalau kita hitungpun setiap penduduk satu hari saja mengeluarkan uang untuk membeli air dalam memenuhi kebutuhan hidupnya 27 juta jiwa ditambah 8 juta dari penduduk Jakarta berarti 35 juta kalikan 10 ribu rupiah perhari, berarti sudah 35 triliun rupiah baru 2 poin air dan listrik,” ungkap Doni kepada awak media.
Dan alasan yang ketiga adalah dalam sektor pertanian menurut Doni, pertanian dari Karawang sampai Indramayu. 420 ribu hektare padi tergantung dari air sungai Citarum, dan beras yang dihasilkan setara dengan kurang lebih 9 sampai 10 persen produksi padi nasional sekitar 4 juta ton.
“Bisa di bayangkan betapa bernilainya sungai Citarum. Termasuk ikan yang di hasilakan melalui progrm budidaya di Saguling, Cirata, Jati Luhur setiap hari puluhan ton yang dihasilkan,” pungkas Mayjen TNI Doni Monardo.











