Para Pendemo Ini Mendapatkan Perlawanan Dari Masyarakat

21.867 dibaca

PENDEMO MENDAPAT PERLAWANAN MASSA
BUANAJABAR.COM, PANDEGLANG -Terjadi insiden adu mulut pengunjuk rasa saat menyampaikan aspirasinya di depan kantor kecamatan Cigeulis. Hal tersebut terkait pungli yang di lakukan oleh desa Waringin Jaya, kecamatan Cigeulis, kabupaten Pandeglang. Kamis 23 Februari 2017.

Sujana, kordinator unjuk rasa sekaligus anggota mengatas namakan lembaga jaringan aspirasi masyarakat Banten, mengatakan bahwa unjuk rasa terhenti akibat adanya perlawanan dari masyarakat sekitar.

Advertisement

“Aksi unjuk rasa seketika terhenti akibat puluhan kepala desa bersama masyarakat melakukan penyerangan kepada sejumlah pengunjuk rasa tersebut.” Ungkapnya.

Lebih lanjut Sujana mengatakan bahwa aksi tersebut akan terus dilakukan hingga Bupati dapat mendengar aspirasi mereka.

agung-suryamal-sosmed

“Unjuk rasa akan terus dilakukan dengan massa yang lebih banyak lagi, harapannya kepada Bupati Pandeglang agar segera memanggil, menegur Camat Cigeulis, Suntama, mempertanggung jawabkan atas insiden yang telah dilakukan oleh oknum-oknum kepala desa Cigeulis kepada para pengunjuk rasa tersebut.” Kata Sujana.

Sujana berharap kepada penegak hukum agar segera ungkap penyimpangan penjualan raskin.

“Kepada penegak hukum agar segera ungkap penjualan raskin yang harusnya dengan harga Rp 1600/Kg namun nyatanya pihak desa menjual dengan harga sebesar Rp 2500/Kg. Jelas kami mengklaim penyaluran tersebut melanggar aturan. Sekali lagi Jangan tutup mata dalam pengawasan pendristribusian program raskin terhadap masyarakat miskin dipandeglang.” Ujarnya.

Sumat warga masyarakat kampung Cikadongdong, desa Waringin Jaya membantah kepada para pengunjuk rasa yang mengatas namakan masyarakat desa Waringin Jaya.

WhatsApp Image 2017-02-20 at 19.07.09

“Tudingan kepada kepala desa telah lakukan pungutan liar, kami akan kejar terus lembaga tersebut yang telah bodohi masyarakat dengan tanda tangan paslunya itu. Kami juga terkejut ketika lembaga datang ketempat kami mengiming-imingi menjual raskin dengan harga Rp 1600/Kg. Ternyata mereka lakukan demo kekantor kecamatan.” Pungkasnya.