

BUANAINDONESIA.CO.ID-SUKABUMI- Kedatangan pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Pilkada kota Sukabumi, Paslon Mulia (H. Mulyono-Hj. Ima Selamet) ke Pondok pesantren Dzikir Al-Fath Sukabumi, Jumat 20 April 2018, dalam rangka silaturahmi dan penyampaian visi dan misi disambut baik oleh Pimpinan Ponpes Dzikir Al-Fath, KH Fajar Laksana.
Pimpinan pondok pesantren Dzikir Al- Fath Kota Sukabumi KH. Fajar Laksana mengatakan bahwa ulama tidak mempunyai peranan untuk melakukan politik praktis apalagi berkampanye, sehingga pihaknya hanya bisa meminta doa kepada allah SWT. Menurut pandangannya, perhelatan Pilkada serentak 27 Juni 2018 mendatang adalah bagian dari demokrasi dalam menentukan pemimpin, sudah sepatutnya ulama mendoakan kepada para calon pemimpin yang memiliki niat baik untuk membangun kesejahteraan, sumber daya manusia, dan sumber daya alam, khususnya di wilayah Sukabumi.
“Paslon Mulia datang kesini untuk bersilaturahmi dan menyampaikan visi misi. Inti dari hasil silaturahmi pertemuan itu, mereka siap untuk berkomitmen dengan para ulama untuk mengembangkan siar dan dakwah di Kota Sukabumi. Kalau Mulia ini jadi yang terbaik maka jadinkanlah, karena siapapun yang menang sudah tercatat di lauhul mahfudz,” terangnya, Jumat April 2018.
Dalam kesempatan silaturahmi Paslon Mulia ke Ponpes Dzikir Al fath, Fajar menilai sosok kedua calon tersebut cukup baik, kolaborasi keterwakilan lelaki dan keterwakilan perempuan menjadi keunggulan tersendiri untuk pasangan Mulia. Sehingga menurut penilainnya, pasangan tersebut bisa lebih konsen dalam mengeluarkan kebijakan yang berasal kaum perempuan maupun lelaki.
“Pasangan yang lengkap dan sempurna adalah keterwakilan perempuan dan lelaki. Wanita atau ibu -ibu ini perlu diperdayakan dan tentu sosok Bu Ima Slamet ini akan mampu memperdayakan perempuan apalagi partainya berbasik partai Islam, dimana bisa mengembangkan kekuaatan untuk rumah tangga yang islami,” ujarnya.

Sementara itu, Calon Walikota Sukabumi Muloyono, menurutnya merupakan sosok pemimpin yang lengkap. Dimana Mulyono itu merupakan mantan Birokrasi dan pernah menjabat sebagai mantan Wakil Walikota Sukabumi dan mempunyai pengalaman cukup banyak.
“Dia merupakan seorang akademisi setingkat Doktor, dia pernah menjabat kepala Dinas Pendidikan dan figur Mulyono ini sangat mengetahui visi Kota Sukabumi yaitu di bidang pendidikan, yang sudah teruji dalam menganalisa dan strategi Kota Sukabumi kedepannya,” paparnya.
Sementara itu, calon Walikota Sukabumi,H. Mulyono mengatakan ulama sangat berperan dalam konteks dukungan dalam menjalankan pemerintahan. Sebelum kepala daerah mengeluarkan kebijakan, masukan dan saran para ulama sangat dibutuhkan. Ulama memang bertugas mensyiarkan Islam, tapi di sisi lain dia memiliki tanggungjawab kepada keluarga dan ponpes yang dibinanya. Membangun sinergitas dengan ulama pada akhirnya akan menuju Kota Sukabumi menjadi kota yang sejahtera.
“Jadi, kehidupan ulama ini menjadi perhatian pemerintah. Sehingga pada akhirnya kalau umaro sejahtera ulama dan rakyat juga harus sejahtera,” tutupnya.









