Pemkab Garut Perkuat Pariwisata untuk Dongkrak PAD dan Geliat Ekonomi Daerah

306 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT — Sektor pariwisata dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pengungkit Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Garut. Pemerintah daerah pun mulai memperkuat berbagai strategi untuk menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus mengoptimalkan potensi penerimaan dari aktivitas pariwisata.

Advertisement

Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Optimalisasi PAD yang dipimpin Bupati Garut Abdusy Syakur Amin di Ruang Rapat Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kamis (3/9/2026).

Bupati Abdusy Syakur Amin mengatakan, perkembangan ekonomi Garut tidak bisa dilepaskan dari kontribusi sejumlah sektor unggulan, terutama pariwisata dan pertanian. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor pariwisata mencatat pertumbuhan hingga 13,2 persen.

Menurut Syakur, tren pertumbuhan tersebut harus dipertahankan dengan melibatkan seluruh pihak. Pemerintah daerah, kata dia, perlu memastikan geliat ekonomi yang telah terbentuk tidak mengalami penurunan.

Salah satu upaya yang dinilai efektif adalah memperbanyak kegiatan yang mampu mendatangkan masyarakat dari luar Garut. Berbagai event dapat dikembangkan dengan mengangkat potensi daerah dari beragam bidang.

“Menurut saya, salah satu cara yang sangat bagus untuk pertumbuhan ekonomi adalah melakukan event-event yang banyak. Apa saja eventnya? Bisa pariwisata, bisa olahraga, bisa budaya, bahkan keagamaan,” kata Syakur.

Di sektor pariwisata, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut Beni Yoga Gunasantika mengungkapkan bahwa distribusi wisatawan hingga kini masih cenderung terpusat di kawasan tertentu.

Data Disparbud menunjukkan sekitar 70 persen kunjungan wisatawan berada di wilayah tengah dan perkotaan. Adapun kawasan selatan menyumbang sekitar 12 persen, sedangkan wilayah utara berada di kisaran 6,7 persen.

Menurut Beni, kondisi tersebut menjadi dasar bagi pemerintah untuk memperkuat sarana dan daya dukung kawasan wisata yang sudah memiliki tingkat kunjungan tinggi, sembari mendorong pengembangan potensi destinasi di wilayah lainnya.

Salah satu program yang dipersiapkan adalah penataan pintu gerbang kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Cipanas pada tahun ini. Penataan tersebut akan diarahkan menggunakan konsep kawasan terpadu atau one-role service.

Pengembangan kawasan Cipanas diharapkan mampu menjadi salah satu magnet wisata baru sekaligus memberikan dampak terhadap meningkatnya kunjungan ke destinasi lain di Kabupaten Garut.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Garut Ridzky Ridznurdhin menilai perkembangan sektor pariwisata memiliki hubungan erat dengan peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.

Ia menyebutkan, data BPS 2025 mencatat sektor akomodasi serta makanan dan minuman sebagai sektor dengan pertumbuhan paling tinggi, yakni mencapai 13,62 persen.

Selain pertumbuhan usaha, pergerakan wisatawan juga meningkat sebesar 26,15 persen. Mayoritas wisatawan yang berkunjung ke Garut diketahui berasal dari Bandung dan daerah sekitarnya.

Peningkatan aktivitas tersebut turut tercermin dalam penerimaan pajak daerah. Pajak perhotelan mengalami pertumbuhan sebesar 47,17 persen, sementara pajak makanan dan minuman meningkat 35,53 persen. Tingkat hunian kamar atau occupancy rate juga naik 6,95 persen.

Meski demikian, Bapenda masih melihat adanya ruang yang cukup besar untuk meningkatkan penerimaan daerah. Salah satunya ditunjukkan oleh perbedaan antara jumlah pelaku usaha yang telah memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem Online Single Submission (OSS) dengan jumlah usaha yang sudah tercatat sebagai Wajib Pajak Daerah (NPWPD).

Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam upaya memperluas basis pajak daerah sekaligus meningkatkan kepatuhan pelaku usaha.

Melalui rapat koordinasi ini, Pemkab Garut mendorong penguatan kolaborasi antarperangkat daerah agar pengembangan pariwisata tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah wisatawan, tetapi juga mampu menciptakan perputaran ekonomi yang lebih luas dan memberikan kontribusi optimal terhadap PAD.

Penguatan event, penataan kawasan wisata, peningkatan aktivitas usaha serta kepatuhan terhadap kewajiban perpajakan menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menjadikan pariwisata sebagai salah satu kekuatan ekonomi Kabupaten Garut.