
BUANAINDONESIA.CO.ID, BOGOR – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melansir, secara nasional tingkat risiko populasi penyakit hepatitis C masih tinggi di enam provinsi. Yaitu, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Utara.
” Kami sudah mengadakan repeat test di beberapa daerah untuk melakukan pemeriksaan hepatitis C. Enam provinsi ini yang paling tinggi risiko populasinya. Oleh karena itu, Kemenkes memprioritaskan 6.000 paket pengobatan gratis hepatitis C di enam provinsi ini,” kata Kepala Seksi Hepatitis Subdit Hepatitis dan Infeksi Saluran Pencernaan pada Kemenkes RI, Regina T. Sidjabat, dalam workshop hasil kerja sama Persaudaraan Korban NAPZA Indonesia (PKNI) dengan Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Subdit Hepatitis dan Infeksi Saluran Pencernaan, di Kota Bogor, akhir pekan kemarin.
Regina T. Sidjabat menjelaskan, hepatitis C adalah penyakit yang menyerang organ hati yang disebabkan virus hepatitis C (HCV). Penyakit ini dapat menular dan dapat berakibat fatal.
Hepatitis C seringkali tidak memberikan gejala pada penderitanya, sehingga sulit terdeteksi secara dini. Maka, untuk mengetahuinya kita harus memeriksakannya ke dokter.
Karenanya, kata Regina, masyarakat perlu mengetahui bahwa orang-orang yang pernah menggunakan narkotika, alkohol, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (Nafza), suntik, cuci darah atau pernah berhubungan intim dengan bukan pasangan tidak aman dari hepatitis C. “Orang-orang yang berisiko ini sangat dianjurkan untuk tes hepatitis C,” ujarnya.
Dia mengungkapkan pula, dari sisi anggaran pemerintah juga belum memprioritaskannya jika dibanding dengan penanganan HIV dan Malaria yang memiliki anggaran besar.
“Hepatitis merupakan masalah kesehatan masyarakat. Hepatitis ini bukan program prioritas nasional. Obat yang kami beri ini hanya transisi jadi tidak seperti HIV yang tercover program,” ucapnya.
Edo, staf PKNI, menambahkan, masyarakat bisa mendapatkan pelayanan program 6.000 pengobatan gratis hepatitis C ini di rumah sakit milik daerah. Di Kota Bogor, tersedia di RSUD Kota Bogor.
” Workshop mengenai penyakit hepatitis C ini sebagai bentuk kepedulian dan upaya meningkatkan informasi tentang penyakit hepatitis C sehingga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengantisipasinya,” imbuhnya.









