Pentas Seni Rakyat : 2019 Jokowi Yes, Stop Hate Speech

6.168 dibaca
Ratusan mahasiswa dan seniman menggelar Pentas Seni Rakyat di kawasan Care Free Day Dago, Jalan Ir. Djuanda Dago Kota Bandung pada 29 April 2018, (BUANA INDONESIA NETWORK/Yono)

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG – Ratusan mahasiswa dan seniman menggelar Pentas Seni Rakyat di kawasan Care Free Day Dago, Jalan Ir. Djuanda Dago Kota Bandung pada 29 April 2018. Dalam acara Pentas Seni Rakyat tersebut, massa yang terdiri dari seniman Dangiang Mitra Pasundan, Relawan Mahasiswa Untuk Indonesia dan Persatuan Sejahtera Petani Muda membawa spanduk yang bertuliskan “Stop Caci Maki # Jokowi-Yes dan # 2019 Jokowi-Yes # NKRI Harga Mati.

Dalam acara pentas seni tersebut para peserta membawa berbagai peralatan Reak atau dikenal oleh warga Dog-Dog dan menampilkan kesenian reak tersebut dengan dibarengi jogged khas reak.

Advertisement

Selain menampilkan aksi seni reak, dalam acara pentas seni tersebut, ada yang menarik perhatian penonton, dimana dalam acara itu adanya quis yang berhadiah 7 buah sepeda, bagi warga atau penonton yang bisa menjawab pertanyaan dari panitia. Dan pertanyaan yang disampaikan dalam quis itu terkait keberhasilan Joko Widodo dalam pembangunan seperti pembangunan jalan tol trans Papua, sertifikat tanah gratis bagi petani dan kesuksesan program lainnya.

Anjar Januar koordinator dari grup seni Dangiang Mitra Pasundan menyatakan bahwa acara ini digelar dalam rangka memperkenalkan seni reak kepada masyarakat, “sekaligus menghibur warga yang sedang menikmati Care Free Day di Dago ini,” ungkapnya.

Ketika ditanya terkait tulisan spanduk Stop Caci Maki, Jokowi Yes, dia menyatakan bahwa dalam kesempatan ini juga diisi atas keprihatinan, “kami sebagai rakyat atas ulah para elite politik yang menebar kebencian, saling menghina, caci maki, kami prihatin, berilah contoh yang baik kepada rakyat,” tegasnya.

Masih menurut Anjar, seharusnya para tokoh politik itu memberikan pendidikan politik yang cerdas, santun, dan bermoral bukan untuk membenci seseorang, kalau gini caranya, bahaya untuk masa depan bangsa dan Negara, bisa-bisa parasea rakyat jeung rakyat (bertengkar rakyat dengan rakyat).

Sementara itu, Kurniawan dari Relawan Mahasiswa Untuk Indonesia (RMI) menyampaikan bahwa acara ini acara pentas seni rakyat dalam rangka mensosialisasikan seni Reak, sekaligus menunjukkan keprihatinan atas kondisi bangsa yang mengarah kepada konflik horizontal diakibatkan adanya Politik “Hate Speech menjelang Pilpres 2019. Jangan lihat Jokowinya, lihat dia sebagai Presiden Republik Indonesia, lihatlah hasil kerjanya, nilailah seseorang secara objektif bukan subjektif,” ungkapnya.

“Saya menjadi simpati ke Jokowi karena meskipun beliau di caci maki, beliau tetap melanjutkan pembangunan untuk rakyat, semakin gencar dihina semakin besar dukungan kami terhadap Pak Jokowi, pokoknya Jokowi Yes, Jokowi Dua Periode, lanjutkan pembangunan,” pungkasnya.

Acara itu juga diikuti perwakilan dari Persatuan Sejahtera Petani Muda yang dikoordinatori oleh Dzulkarnain salah satu mahasiswa jurusan Agroteknologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dan dalam kesempatan tersebut Dzulkarnain membacakan pernyataan sikap diantaranya Stop Saling Mengina atau Mencaci Maki, Menolak Politik Hate Speech (Ucapan Penghinaan/atau kebencian) menjelang dan dalam pelaksanaan Pilpres 2019; Mendukung Pemerintahan RI, Presiden RI Joko Widodo untuk melanjutkan pemerataan pembangunan di Negara Kesatuan Republik Indonesia; Mendukung Joko Widodo untuk mencalonkan Presiden RI 2019, Jokowi Dua Periode; dan Mengajak kepada semua partai politik dan elemen bangsa lainnya untuk mewujudkan Berpolitik yang Santun dan Bermoral, NKRI Harga Mati.