Percepat Pembangunan Garut Selatan, Bupati Syakur Fokus Kembangkan Jagung dan Peternakan Terpadu

2.397 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT  – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, mendorong percepatan pembangunan di wilayah Garut Selatan melalui penguatan sektor pertanian dan peternakan berbasis ekosistem terintegrasi. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan arahan kepada para Kepala Desa se-Kecamatan Mekarmukti, Caringin, dan Bungbulang di Aula Kantor Kecamatan Mekarmukti, Senin (23/2/2026).

Advertisement

Dalam arahannya, Bupati menegaskan perlunya langkah akselerasi untuk menjawab berbagai persoalan mendasar yang masih dihadapi masyarakat selatan. Ia menilai kondisi sosial-ekonomi di kawasan tersebut membutuhkan intervensi yang lebih terstruktur dan progresif.

Kemiskinan ekstrem, angka putus sekolah, serta kasus kematian ibu dan anak menjadi sejumlah indikator yang harus segera ditekan. Menurutnya, percepatan pembangunan memang memerlukan dukungan anggaran besar, namun yang lebih penting adalah strategi yang tepat dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Syakur menuturkan, penciptaan lapangan kerja tidak melulu harus mengandalkan industri besar. Sektor pariwisata, perhotelan, dan restoran juga memiliki potensi signifikan dalam menyerap tenaga kerja apabila dikembangkan secara optimal.

Di sisi lain, ia menyoroti lemahnya hilirisasi pada sektor pertanian dan peternakan yang menyebabkan komoditas lokal kerap dijual tanpa nilai tambah. Kondisi tersebut dinilai menghambat peningkatan kesejahteraan petani.

Bupati secara khusus menilai jagung sebagai komoditas strategis yang layak menjadi prioritas pengembangan. Selain memiliki prospek pasar yang luas, jagung merupakan bahan baku utama pakan ternak yang dibutuhkan dalam mendukung program Makanan Bergizi Gratis dari pemerintah pusat.

Ia pun mengusulkan pengembangan sistem terintegrasi antara produksi jagung dan peternakan ayam pedaging. Dengan mencontoh pola ekosistem di Blitar—di mana pabrik pakan, peternakan, dan lahan produksi berada dalam satu kawasan—biaya produksi dapat ditekan sehingga harga jual lebih kompetitif.

Melalui integrasi tersebut, Syakur berharap Garut Selatan tidak hanya menjadi wilayah produksi bahan mentah, melainkan mampu mengambil peran strategis dalam rantai pasok pangan nasional. Upaya ini diyakini dapat membuka peluang kerja baru sekaligus menekan angka kemiskinan secara berkelanjutan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Komandan Yonif TP 890/GS, Kapten INF Rahman Nur Rumagia.