Puluhan Pekerja Bangunan Datangi Polres Pandeglang, Kapolres Beri Penjelasan

2.788 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, PANDEGLANG – Gedung baru Markas komando Polres Pandeglang yang diresmikan Kapolda Banten beberapa minggu lalu, pekerja dan pemborong Subkon berkumpul di Mako Polres Pandeglaang. Kedatangan massa pekerja itu untuk menagih tuntutan terkait belum dibayarnya sisa pekerjaan yang telah mencapai 100 persen oleh PT. Bima Karya Mandiri Sejahtera (PT. BKMS).

Advertisement

Diketahui, sejumlah massa itu merupakan mandor dan Sub kontraktor (subkon) yang mengerjakan Mako Polres Pandeglang. Aksi itu dilakukan karena setelah selesai pekerjaan mereka tidak dibayar oleh pelaksana pembangunan yaitu PT. BKMS.

Salah satu Subkon Bidang Barang Gilang mengatakan, sebanyak 11 mandor dan subkon belum mendapatkan pelunasan pembayaran pekerjaan sesuai nilai kontrak, untuk total keseluruhan yang belum dibayar oleh pihak pelaksanan mencapai 1,2 miliar rupiah.

“Terakhir komunikasi dengan pihak kontraktor dua minggu yang lalu, mereka hanya menjanjikan hari ke hari dan sekarang sudah loss contact, ” ujar Gilang, saat ditemui di Mako Polres Pandeglang, Rabu 15 Januari 2020.

Lanjut Gilang, Adapun untuk biaya sehari-hari mereka terima dari teman dan pihak Polres Pandeglang yang memberikan makan dan tempat tinggal. Dan mereka berterima kasih kepada Kapolres Pandeglang dan jajar karena telah memproses kasus ini.

” Kita berterima kasih kepada Kapolres dan jajaranya karena telah merespon begitu cepat keluhan kami, jadi kami bisa tenang dan terbantu ” Ungkapnya.

Kapolres Pandeglang AKBP Sofwan Hermanto mengungkapkan, dari 11 mandor 2 diantaranya sudah meloporkan kepada Polres Pandeglang, dan 9 mandor lainnya dalam proses pembuatan laporan pengaduan. Dari 11 mandor itu mereka membawahi sekitar 180 pekerja dan belum mendapatkan bayaran dari pihak pelaksana.

“Selanjutnya 11 mandor tersebut akan dijadikan saksi dan korban oleh pihak Kepolisian, dan kita akan tangani kasus ini dengan serius, ” ungkap Sofwan.

Ia menjelaskan bahwa pengawalan pembangunan Mako Polres Pandeglang tersebut sudah bekerjasama dengan beberapa pihak, bukan hanya dari pihak Polres saja tapi dari pihak pengawas dan komponen masyarakat. Ia pun menghimbau jika terdapat pihak yang menyimpang khususnya dari pihak Polres Pandeglang segera melaporkan.

” Pihak kami telah membayarkan sesuai dengan tahapan yang diajukan kepada pihak pelaksana. ia menegaskan bahwa dari pihak Polres Pandeglang tidak akan mempersulit justru mempermudah proses pembangunan, karena menurutnya gedung itu salah satu fasilitas progam pemerintah “

Namun ia berharap pihak yang terlibat yakni kontraktor dan pelaksanaan bisa seirama. Sekarang terjadi seperti ini, pihaknya akan terus tangani dan dalami kasus ini sampai tuntas, agar tidak ada yang di rugikan.

” Pihak kepolisian akan terus melakukan pendalaman kasus tersebut dan pasal yang ditetapkan sementara yakni pasal 378 Jo 379 dan Pasal 3 Jo Pasal 5 UU No 8 Tahun 2010, tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian Uang, dan semenatara sekarang ini masih dugaan penipuan ” pungkasnya.