Ruang Lab SMP I Cibeber Ambruk 5 Siswa Menjadi Korban Tertimpa Reruntuhan

7.735 dibaca

POTO. Nampak terlihat Gedung SMP I Cibeber yang ambrukBUANAINDONESIA.CO.ID,PANDEGLANG – Ruang Laboratorium (Lab) SMPN 1 Cibeber, Kabupaten Lebak Banten ambruk, di duga akibat bangunan yang sudah rapuh, kejadian teesebut Selasa (23/11/2021) sekitar pukuk 13.00 WIB.

Kepala SMPN 1 Cibeber, Heri saat dimintai keterangan mengaku, saat kejadian Ruang Lab roboh ada beberapa siswa di Ruangan tersebut untuk mengambil alat-alat seni untuk dipakai dalam acara HUT PGRI. Sehingga, ada lima siswa yang tertimpa reruntuhan karena lambat berlari menyelamatkan diri keluar.

Advertisement

“Ya qaktu ambruknya euang Lab ada anak-anak didalannya dan tertimpa puing-puing reruntuhan, namun alhamulilah hanya mengalami luka lecet-lecet saja dan sudah ditangani di Puskesmas serta sudah pulang kerumahnya masing-masing,” papar Heri.

Ia juga menjelaskan, ruang lab yang ambruk memang kondisinya sudah tidak layak pakai. Karena sudah lama dan rapuh. Sehingga, ruangan tersebut dipakai untuk penyimpanan alat-alat sekolah seperti alat seni dan olahraga.

“Iya kita telah mengusulkan pembangunan ruang lab ini kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak namun kita belum tahu realisasinya kapan,” tandasnya
POTO. Siswa korban tertimpa reruntuhan ambruknya Ruangan Lab SM I Cibeber sedang di rawat di puskesmas

 

Sementara Kabid Pendidikan SMP bnu Wahidin selaku Kepala bidang (Kabid) Pendidikan SMP saat dikonfirmasi media, Selasa 23 Nopember 2021. Dalam kejadian ambruknya ruang Lab tersebut dikabarkan lima siswa menjadi korban tertimpa puing-puing bangunan yang ambruk.

“Ambruknya ruangan lab SMP diakibatkan bangunan sudah rapuh dan cuaca exstrim dengan curah hujan yang cukup tinggi, yang memang menjadi salah satu faktor penyebab ruang Lab ambruk selain bangunannya memang sudah lama rapuh. Ikya saya sudah mendapatkan laporan melalui telepon, rencananya kita akan turun ke lokasi besok untuk memastikan informasi robohnya ruang Lab SMPN 1 Cibeber,” ungkap Ibnu Wahidin

Menurut Ibnu, dalam musibah itu ada lima siswa yang menjadi korban tertimpa reruntuhan dan sudah di bawa ke puskesmas setempat untuk mendapatkan perawatan.

“Lima siswa itu mengalami luka-luka ringan saja, sehingga mereka bisa langsung dipulangkan setelah diberi pengobatan oleh tim medis puskesmas,” katanya.

Lanjutnya, ruang lab yang ambruk tersebut, sebetulnya sudah masuk usulan dalam pembangunan 2022 tahun depan. Karena sudah diusulkan sejak lama oleh pihak sekolah.

“Saya berharap seluruh warga sekolah agar waspada, karena cuaca ekstrim dengan curah hujan yang tinggi dan berpotensi menimbulkan bencana Gedung ambeuk” ujarnya