Untuk Antisipasi Banjir Rob, Masyarakat Pesisir Pantai Buat Tanggul Abrasi Menggunakan Karung Bekas

9.061 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, PANDEGLANG – Guna mencegah terjadinya luapan air saat laut mengalami gelombang tinggi dan abrasi pesisir pantai, masyarakat Kampung Muara dua Desa Cikiruh Wetan Kecmatan Cikeusik Kabupaten Pandeglang, berinisiatif melakukan pembendungan dengan pemasang tanggul menggunakan Karung yang diisi Pasir disepanjang pesisir pantai wilayah pemukiman penduduk. Jumat 30 Mei 2020.

Tokoh masyarakat Nelayan Cikusik, Carno (40) memaparkan, dengan dilakukan pembendungan menggunakan karung yang di isi pasir memang tidak sepenuhnya bisa melakukan pengamanan secara maksimal. Untuk lebih membuat maksimal harus ditanami dengan menggunakan cemara atau pohon yang bisa hidup beradaptasi dengan pasir Pantai.

Advertisement

” ini sih hanya sementara saja. Ya memang tidak 100 persen tapi minimal 70 persennya bisa terpecahkan ombak. Disini kan pantai nya murni pasir jadi harus ditanami Cemara saja atau tanaman pohon yang bisa hdup di tanah pasir, Tidak bisa kalau pakai marove dan bakau,” katanya.

Carni mengatakan saat banjir rob melanda di lokasi tersebut, terdapat kurang lebih 100 keluarga yang terkena dampak. Pasalnya, saat rob melanda ketinggian air bisa mencapai 5 meter.

” Kalau kena rob kurang lebih 100 kepala keluarga (KK). Hampir terendam, Ada dua RT yang sering kena rob. Kalau air sudah naik itu sampai lebih dari 5 meter tinggi ombak, ” ujarnya.

Sementara itu, untuk karung yang saat ini digunakan untuk pembendungan atau pemasangan tanggul merupakan hasil sumbangsih dari pemilik tambak yang ada di lokasi sekitar. Ia mengaku, saat ini baru terkumpul 4.000 biji karung, sedangkan jika ingin seluruhnya tercukupi diperlukan sekitat 15.000 karung.

” Maksimal harus 15 ribu karung, bisa aman. Yang awalnya kita hanya diberikan 2.000 karung ini semua inisiatif masyarakat saja total sekaran ada 4.000 karung,” ucapnya.

Ia mengaku, banjir rob kerap terjadi pada setiap satu tahun sekali sampai dua kali, Akan tetapi, berbeda dengan tahun ini. tahun 2019 kemaren banjir rob sudah kembali terjadi di Desanya. Beruntung setiap kejadian tidak ada korban jiwa.

” Memang musiman yah banjir rob ini. Biasanya 1 tahun sekali, tap pertengahani itahun ini sudah banjir rob lagi. Alhamdulillah belum pernah ada korban setiap banjir juga. Tapi, kita khawatir saja karena air itu sering merendam ke permukiman kita bahkan pernah sampai ke kantor polsek yang di depan juga, harapan kami bisa dilakukan pembangunan turap tanggul dari pemerintah menggunakan Batu belah,” harapannya.