Waduh, Kok Bisa Plafon Di gedung Setda Ambrol?

8.032 dibaca

atap-plafon-kantor-setda-pandeglang-roboh

BUANAJABAR.COM, PANDEGLANG – Plafon lantai dua Gedung Setda Pandeglang ambruk. Diduga, plafon tidak kuat menahan beban air hujan yang bocor dari atap genting. Akhir-akhir ini, Pandeglang kerap diguyur hujan lebat. Gedung senilai Rp 11.6 miliar itu belum genap setahun diresmikan. Ironisnya lagi, ambruknya plafon tersebut tepat di depan ruang Bupati Pandeglang, Irna Narulita. 16 Desember 2016

Advertisement

Husni, salah seorang petugas Satpol PP memberikan pernyataan terkait robonya atap plafon tersebut.

“Ini sudah roboh sejak Jum’at kemarin. Beruntung saat kejadian tidak ada orang di bawahnya, jadi engga ada yang luka,” ujar Husni, 19 Desember 2016.

agung-suryamal-adv

Tentu saja hal ini mengkhawatirkan, lantaran tepat di bawah plafon yang ambruk tersebut kerap dilalui para pegawai berlalu lalang. Bahkan tak jarang, para pejabat juga sering melintasi area itu untuk melakukan rapat pembahasan di Oproom yang tidak jauh dari lokasi tersebut. Kondisi disekitar plafon yang ambrol juga memprihatinkan, karena terlihat mulai rapuh.

Lanjut Husni memaparkan kekhawatirannya terkait perihal tersebut.

“Saya khawatir dengan keadaan ini, karena kita bertugas tepat di bawah plafon yang ambruk. Saya berharap kerusakan ini segera diperbaiki agar kerja kita juga nyaman.” ungkapnya.

Tidak hanya plafon di lantai dua, keadaan yang sama juga terjadi di lobi gedung yang diresmikan pada bulan Februari lalu itu. Plafon digedung yang diklaim sebagai bangunan Setda termegah di Banten itu menyisakan lubang sekitar 2 meter.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Cipta Karya Pertamanan dan Kebersihan (DCKPK) kabupaten Pandeglang, Anwari Husnira, membenarkan adanya kerusakan di gedung yang dibangun oleh pelaksana PT. Multi Gapura Pembangunan Semesta. Akan tetapi, Anwari mengatakan bahwa kondisi itu akan segera diperbaiki.

“Plafon itu rusak akibat aliran pembuangan air tersumbat, makanya saat ini sedang dilakukan perbaikan. Insya Allah sampai saat ini pengusahanya masih bertanggungjawab.” Pungkas Anwari.

(Editor: Ekky)