Warga Terkejut, Lumba-Lumba Ini Mati Di Bibir Pantai

15.782 dibaca

Lumba-lumba terdampar

BUANAJABAR.COM, PANDEGLANG – Penemuan Ikan jenis lumba- lumba yang terdampar warga pesisir Pandeglang sore tadi. Lumba-lumba itu pertamakali ditemukan oleh salah seorang warga yang bernama Sujai. Mamalia yang di lindungi tersebut ditemukan pada minggu, 14 Januari 2017,  jam 15.15 wib, di pinggir Pantai Sinar Mulya, Desa Tegal Papak kecamatan Sukaresmi, Pandeglang, Banten.

Advertisement

Saat ditemukan, ikan tersebut sudah dalam keadaan mati.

” Saya sempet kaget ketika melihat ikan yang cukup aneh, pas saya deketin ternyata ikan tersebut mirip lumba lumba,  langsung saya laporan ke pihak Polairut, karena sepengtahuan saya hewan jenis lumba lumba di lindungi, ” ungkap Sujai

Kanit GAKUM polairut, Bripka Saipul, setelah mendapatkan laporan dan informasi dari masyarakat, polisi langsung turun ke lokasi.

” jam 15. 30 dan kita langsung turun mengecek kelokasi. Ternyata betul apa yang di informasikan oleh warga. Kita langsung mengamankan lokasi terdampar ikan lumba lumba,  kemudian kita langsung menghubungi pihak PSPL yang berkantor di labuan, untuk memerika jenis ikan apa dan penyebab kematian ikan tersebut,” kata dia

“ikan ini kan dilindungi oleh Negara, makanya kita langsung mengamankan dan memberikan informasi kepada pihak Pengolaan kementrian perikanan dan kelautan, sementara kita tidak tahu jenis ikan lumba lumba tersebut dan kita juga melaporkan kepada pimpinan,  ” ungkapnya

Pihak kantor Pengelolanan sumberdaya pesisir dan laut PSPL Serang, wiara, mengatakan ikan lumba lumba ini jenisnya lumba lumba mulut botol,  dengan panjang sekitar 2,25m ,

” Karena ini jenis mamalia yang di lindungi kita aoan bawa ke kantor PSPL  di Caringin labuan,  untuk di lakukan identipikasi,  apa penyebab kematian ikan. Ikan ini akan kita lakukan identifikasi dan teliti apa penyebab kematiannya,  karena hewan ini jenis mamalia yang dilindungi oleh undang -undang, mungkin saja ikan ini keracunan apa memang sakit lalu terdampar, kita akan teliti dan memanggil dokter hewan yang bisa meneliti, maka diharapkan pihak Polairut juga besok supaya hadir untukmenyaksikan identifikasinya,  kemudian akan kita kubur ikan ini, ” paparnya