BUANAINDONESIA.CO.ID.PANDEGLANG – Belum pulihnya derita yang dialami, akibat pasca tsunami selat sunda dan gempa bumi, hingga berdampak pada semakin memburuknya roda prekonomian yang dirasakan masyarakat pandeglang pada umumnya. lagi-lagi Kades bikin kegiatan Bimtek ke Bali. Jumat, 23 Agustus 2019.
Salah seorang akademisi Universitas Mathla’ul Anwar Banten, Eko Supriyatno, angkat bicara, menurutnya, karena melihat kondisi seperti ini dinilai kurang pantasnya kelas kepala desa melakukan kegiatan tersebut.jelas, karena dianggap hanya membuang – buang anggaran ditengah kondisi masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.
“Jika masyarakat berpendapat Bimtek ke Bali hanya membuang-buang anggaran di tengah kondisi masyarakat desa yang masih hidup dalam kesusahan. Hal ini wajar karena sudah berulang kali masyarakat menaruh curiga terhadap kegiatan kepala desa dengan dana desa-nya dengan dalih bimtek ke Bali yang ketika pulang hanya membawa oleh-oleh belanjaan daripada laporan hasil kerja,” ucapnya.
Menurutnya, respons para kepala desa tidak satu nada. bahkan ada yang tidak mempermasalahkan dan mungkin juga gembira. Ada yang malu-malu tapi mau, dengan menyatakan jangan sekarang.
Sementara itu, Bupati Pandeglang, Irna Narulita menilai baik ada agenda Bimtek kepala desa. Karena, akan memberikan dampak yang baik dan akan menirukan inovasi di wilayah sana.
“Tidak apa-apa, kasian dong. Jadi, Kades kades kita ini harus jadi enterpreneur-enterpreneur hebat. Kalau dia (kades) wawasannya tidak luas, kasihan sekali, maka dari itu mereka harus bisa mempertanggung jawabkan apa yang bisa diterapkan di Pandeglang,” ucapnya.
Ia mengatakan, dari dana yang dikeluarkan untuk berangkat ke sana, harus menghasilkan sesuatu yang baik.
“Intinya, mereka menghabiskan uang rakyat tapi memiliki tujuan dengan berorientasi hasil. Apa yang bisa dibawa, desa wisatanya, produk unggulannya, budayanya. Mereka juga sudah izin jauh-jauh hari, dan sudah dimasukan ke dalam APBDes-nya,” ujarnya.












