
BUANAJABAR.COM, PANDEGLANG – Sangat memprihatinkan, PT Garda Wira Utama pimpinan Supardi asal Jakarta, yang membidangi security disebuah kawasan wisata Tanjung Lesung, desa Tanjung Jaya, kecamatan Panimbang, kabupaten Pandeglang. Perusahaan tersebut seakan menutup mata disaat anggotanya terkena musibah kecelakaan kerja saat sedang melaksanakan tugas. Selasa,13 Desember 2016.
Pasalnya, perusahaan tersebut yang hingga saat ini tidak pernah membekali kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kepada para Anggotanya. Padahal perusahaan tersebut telah berdiri cukup lama, dari tahun 1990. Masalah ini sudah mejadi keluhan dari para pekerja, disaat membutuhkan uluran tangan perusahaan mereka yang hanya diam dan menutup mata.
Surnata salah satu anggota security PT Garda Wira Utama menceritakan pengalaman pahit yang dialaminya.
“Disaat sedang menjalankan tugas patroli sehari-hari didalam kawasan wisata Tanjung Lesung tempat kami bekerja. Yang padahal sangat dibutuhkan untuk kesembuhan, agar dapat segera kembali bekerja seperti biasanya mengamankan aset-aset milik perusahaan. Selama pengobatan biaya ditanggung sendiri. Jangankan memberi bantuan dana pengobatan. menjenguk saja pun hingga saat ini tidak kunjung datang.” kata Surnata.
Pengabdian Surnata pada perusahaan PT Garda Wira Utama terbilang cukup lama. Dari sejak diangkat sebagai anggota hingga menjadi komandan regu. Tugas berat dilakukan bukan saja dalam mengatur personilnya akan tetapi mengamankan seluruh aset-aset milik perusahaan dari PT. Jababeka, kawasan wisata Tanjung Lesung, Villa Calicaa, Hotel Beach Club dan PT. BWJ Tbk.

Surnata berharap dinas ketenagakerjaan kabupaten Pandeglang segera melakukan klarifikasi kepada perusahaan tersebut.
“Kepada dinas ketenagakerjaan kabupaten Pandeglang, agar segera lakukan klarifikasi kepada perusahaan tersebut. Jika perlu berikan sanksi tegas agar mentaati aturan yang dibuat pemerintah, tentang hak-hak ketenagakerjaan. Namun sebaliknya, jika persoalan ini tetap saja tidak mendapat perhatian serius dari pihak-pihak yang berkepentingan jelas perusahaan hanya mementingkan pribadinya saja.” tegas Surnata.
LH anggota security yang enggan disebutkan namanya jaga membenarkan hal tersebut.
“Pihak perusahaan Garda hingga saat ini belum merealisasi BPJS untuk para pekerja (Security). Padahal sebelumnya telah dilakukan musyawarah dengan pihak pimpinan, konon katanya dalam waktu dekat akan segera terdaftar BPJS kepada dinas kesehatan setempat. Harapannya mudah-mudahan setelah pemberitaan ini para pimpinan perusahaan dapat segera merealisasikan BPJS dengan segera.” pungkas LH.
(Editor: Ekky El Hakim)











