Karang Taruna Tunas Harapan Empat Lawang Kunjungi Jejaring Wisata Sumsel

14.161 dilihat

BUANAINDONESIA, SUMSEL- Jejaring Wisata Sumatera Selatan (JWS) lembaga yang bergerak dalam bidang pendampingan pariwisata, mendapat kunjungan dari Tim Karang Taruna Tunas Harapan, Desa Pulau Tengah, Kecamatan Pasemah Air Keruh, Kabupaten Empat Lawang.

Tujuan kunjungan ini adalah untuk mendiskusikan potensi wisata di desa tersebut yang dalam beberapa bulan ke belakang mulai menggeliat. Geliat tersebut dipicu oleh terpublikasinya objek wisata Bukit Di Atas Awan yang kemudian memicu datangnya pengunjung.

Advertisement

“Kegiatan wisata ini mulanya hanya inisiatif anak muda karang taruna yang ingin mencari tau lebih jauh potensi-potensi wisata yang ada di desa kami. Karena kegiatan ini kemudian dipublikasikan melalui media sosial, tak di sangka malah mengundang kunjungan yang lebih ramai.” Ujar Alvin, Ketua Karang Taruna Tunas Harapan. Sabtu 20 Maret 2021,

Menurut Alvin, pengunjung yang datang umumnya baru warga sekitar Kecamatan Air Keruh. Namun ia melihat hal ini dapat menjadi langkah awal untuk menghadirkan hal yang lebih besar ke depannya. Apalagi, Bukit Di Atas Awan ini hanyalah satu dari banyak lagi potensi yang ada di desa tersebut.

“Untuk itulah kami melakukan silaturahmi ke kantor JWS. Agar ke depannya kami mendapat pendampingan untuk menjadikan desa kami sebagai desa wisata, yang tentunya akan bermanfaat bagi masyarakat luas” tambahnya.

Edwin Cahya Putra selaku perwakilan JWS mengatakan sangat menyambut niat baik kawan-kawan dari Karang Taruna Tunas Harapan.

“Kami akan coba membantu sebisa kami. Dan Silaturahmi ini semoga akan menjadi langkah awal yang akan segera disusul dengan kegiatan-kegiatan yang lebih nyata yang bersifat teknis” ujarnya.

Sedari awal didirikan, Edwin dan kawan-kawan di Jejaring Wisata Sumatera Selatan sudah meyakini bahwa banyak harta karun potensi wisata yang belum tergali di Sumatera Selatan.

“Untuk itulah kami mendirikan lembaga ini, agar dapat meningkatkan kesadaran wisata dan partisipasi masyarakat, untuk kemudian mampu menjadikan wisata sebagai sektor penopang ekonomi yang berkelanjutan,” (REL)

Advertisement