Kasian Warga Asal Bandung Ini, Nyawanya Tidak Terselamatkan Gara-gara Isu Penculikan

16.522 dilihat
Kasian Warga Asal Bandung Ini, Nyawanya Tidak Terselamatkan Gara-gara Isu Penculikan
Kasian Warga Asal Bandung Ini, Nyawanya Tidak Terselamatkan Gara-gara Isu Penculikan

BUANAINDONESIA.COM, PONTIANAK – Semakin merebaknya isu penculikan di negeri ini tidak sedikit mengakibatkan banyak orang-orang tidak bersalah menjadi korban. Bahkan, ada orang gila digebuki masa cuman Karna dikira akan menculik anak. Seperti yang terjadi di Desa Rabasan,Kecamatan Camplong, Kabupaten. Sampang, Madura Jumat (24/3/2017) lalu.

Begitu juga di Kalimantan Barat, seorang warga bernama Maman Sudirman, warga Pontianak Barat, jadi korban amuk masa, cuman Karna ingin mencari anaknya. Ironisnya, nyawanya bahkan tidak tertolong lagi. Karna dikeroyok masa. Padahal aparat kepolisian telah mengamankan Maman namu. Masa tetep beringas menerobos penjagaan aparat keamanan.

Advertisement

Peristiwa yang menewaskan Maman itu bermula. ketika Maman sedang mencari alamat anak kandungnya yang sudah menikah. Namun ia tidak tahu persis alamat anaknya tersebut. Sehingga menimbulkan kecurigaan Warga.

Karna merasa curiga, Maman di Diamankan di Kantor Desa Lawang, Kecamatan Sadaniang, kabupaten. Menpawah, hingga diamuk masa. Tidak lama berselang, Tim gabungan dari berbagai satuan fungsi datang untuk mengamankan Maman yang sudah babak belur. Namu Warga tidak puas, Maman yang sudah diamankan kembali diamuk, masa menerobos pintu tempat korban diamankan. Sehingga  Maman meninggal ditempat kejadian.

Terhadap peristiwa ini  Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Musyafak sangat menyayangkan pengeroyokan terhadap Maman Sudiman hingga meninggal dunia di Kantor Desa Amawang, Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah, pada Minggu 26 Maret 2017 sekitat pukul 15.30 WIB kemarin.

Menurut Mustafa, kepolisian saat ini tengah memburu penyebar berita hoax dan dalang yang main hakim sendiri. Seperti diketahui, tewasnya Maman di hadapan kepolisian yang berupaya menyelamatkannya pada Minggu sore. Jajaran Polres Mempawah yang mendapat informasi adanya warga yang diamankan di balai desa karena dicurigai sebagai penculik.

Diterangkan Kapolda, hasil penyelidikan sementara, Maman saat itu sedang mencari alamat anak kandungnya yang sudah menikah dengan warga setempat. Tujuannya ingin mengunjungi cucunya. Tetapi pada saat di perjalanan Maman tidak tahu persis rumah anaknya tersebut. Sehingga menimbulkan kecurigaan masyarakat setempat karena gerak-geriknya yang mencurigakan.

“Masyarakat setempat dikompori isu penculikan anak, tanpa konfirmasi langsung bertindak sendiri anarkis dan membabibuta,” kesalnya.

Selain itu, didapat juga informasi bahwa Maman hendak berkunjung ke rumah kerabatnya, Rusdi di Desa Amawang. Ia membawakan Rusdi beras. Kemudian berencana membeli petai untuk dijual kembali setibanya kembali ke Pontianak.

Maman bersama beberapa anaknya merantau ke Pontianak sejak 6 tahun lalu, pasca berpisah dengan istrinya. Ia tinggal di rumah kontrakan di Jalan Ahmad Marzuki, Pontianak Selatan. Di Pontianak, ia bekerja di rumah makan. Sementara anak-anaknya sudah menikah dan tinggal di tempat berbeda.

Musyafak mengatakan, saat ini pihaknya masih berusaha mengungkap dengan menyelidiki siapa dalang dari kasus ini. Untuk memberantas hoax, salah satu upaya yang dilakukan kepolisian adalah dengan melakukan penindakan hukum bagi pelaku pembuat berita bohong termasuk yang menyebarkannya.

“Sejauh ini sudah ada beberapa pelaku pembuat berita bohong dan penyebarnya yang berhasil ditangkap oleh kepolisian di berbagai tempat dan diproses secara hukum,” paparnya. Hoax yang beredar, kata Musyafak, sangat meresahkan karena mengandung unsur kebencian, permusuhan, berita bohong yang berpotensi memecah belah keutuhan bangsa.

Selain memberikan tindakan hukum bagi pembuat dan penyebar hoax, pendidikan mempunyai peranan penting dalam memerangi hoax. Karena pendidikan adalah ladang pertama membangun kebiasaan melawan penyakit berita hoax.

“Penyebaran dan konsumsi buta terhadap berita hoax mesti ditangkisi dengan budaya kritis serta membangun kebiasaan diri menganalisa berita dan mengkroscek kembali kebenaran dari suatu berita yang diterima serta bersikap selektif membaca berita di dunia maya,” tuturnya.

Advertisement