Kongres PWI XXIV : Atal S Depari Terpilih Sebagai Ketua Umum PWI Pusat Periode 2018 – 2023

6.087 dibaca
Penghitungan Suara dalam kongres PWI
Penghitungan Suara dalam Kongres XXIV, PWI di Soemaryo Grand Ballroom The Sunan Hotel, Solo, Sabtu (29/9/2018).

BUANAINDONESIA.CO.ID, SOLO – Pemimpin Redaksi (Pemred) Suara Karya.id, Atal S Depari, terpilih sebagai Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat periode 2018 – 2023 melalui pemungutan suara di Kongres XXIV, yang berlangsung di Soemaryo Grand Ballroom The Sunan Hotel, Solo, Sabtu (29/9/2018).

Wartawan senior Atal Sembiring Depari, memperoleh suara 38 atau menang 3 suara atas calon lainnya Hendry Ch Bangun (Kompas) dari total suara 73. Dalam penentuan bakal calon sebelumnya yang memperebutkan 38 suara, Atal juga meraih suara tertinggi dengan 19 suara, Hendry 16 suara, dan Sasongko Tedjo 1 suara. Namun Sasongko memilih mundur dari pencalonan sehingga tinggal Atal dan Hendry dalam perebutan ketua umum PWI pusat.

Atal S Depari, dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih kepada para senior, “Ini sebuah tantangan yang besar untuk mewujudkan visi dan misi PWI. Yang penting setelah ini kita cair lagi, bersatu lagi,” sebut Atal, setelah dinyatakan menjadi pemenang dalam voting pemilihan Ketua PWI Pusat, menggantikan Margiono, yang sudah dua periode menjadi ketua umum PWI Pusat.

Atal S Depari, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Bidang Daerah PWI Pusat juga mengatakan, salah satu program yang akan dilaksanakan lima tahun kepemimpinannya adalah program pelatihan dan pendidikan bagi wartawan.

Menurut dia, PWI sudah melaksanakan banyak program pendidikan, seperti Sekolah Jurnalistik Indonesia, dan Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Tetapi faktanya banyak wartawan di bawah PWI belum tersentuh pendidikan yang standar. “saya pikir kita lebih banyak learning by doing, Saya tidak mau ada wartawan yang tidak mengikuiti perkembangan zaman”. Katanya.

Ketua Umum PWI Pusat terpilih manambahkan, pihaknya akan memperjuangkan usulan wartawan yang memiliki sertifikasi mendapatkan insentif dari pemerintah.

Dia juga berjanji, dengan satu handphone semua urusan PWI akan selesai. “Tahun pertama adalah digitalisasi PWI, saya ingin ada PWI Apps dimana bisa menghubungkan para anggota PWI”. tutup Atal.