Lestarikan Tradisi Ngidang Dinas Kebudayaan Akan Daftarkan Dalam WBTB

697 dilihat

BUANAINDONESIA. CO. ID, Palembang- Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Kebudayaan, menggelar tradisi makan bersama hidangan yang disebut Ngobeng atau Ngidang di Museum Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Selasa 26 November 2019. Kegiatan tersebut digelar sebagai suatu upaya Pemkot untuk melestarikan, tradisi budaya dan adat istiadat asli Palembang.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang Zanariah mengatakan, kegiatan ini merupakan tradisi yang sudah lama dan kembali diangkat agar anak – anak muda Palembang lebih mengenal tradisi dan Budaya daerahnya.

“Jangan sampai punah tradisi Ngobeng ini. Dengan makan seperti ini kita punya kesempatan untuk mengobrol satu sama lain, dan mengambil makanannya pun tak perlu antre namun secara bergantian saling oper piringnya,” bebernya.

Dia menjelaskan, makanan khas Palembang yang dihidangkan yakni, Malbi, Nasi Kuning, Sambal Nanas, Ayam Kecap, dan beberapa makanan lain yang dihidangkan di lantai.

“Kita berencana untuk mendaftarkan tradisi Ngobeng/Ngidang ini dalam WBTB (Warisan Budaya Tak Benda). Harapan kita tradisi ini dapat dilestarikan, ” katanya.

Sementara itu, salah satu tokoh adat Palembang RM Ali Hanafiah menambahkan, tradisi Ngidang dilakukan hari ini juga untuk mengenang Sultan Mahmud Badaruddin II, yang wafat pada 26 November 1852 di pengasingan Ternate.

“Tradisi Ngidang (mindahke makanan minuman) khas Palembang ini ada saat sedekahan. Tradisi ini masih ditemui di beberapa tempat di kota Palembang seperti di kawasan Seberang Ulu dan Tangga Buntung,” (Yanti)