Mau Saksikan Rapai Urouh ? Coba Datang Kesini

13.392 dilihat

BUANAINDONESIA.CO.ID, LHOKSEUMAWE- 400 penabuh Rapai Urouh  akan menyemarakkan kegiatan launching ikon seni budaya Kota Lhokseumawe yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudapar) Aceh bekerjasama dengan  Dewan Kesenian Aceh (DKA) Lhokseumawe  di lapangan Hiraq, Minggu 12 November 2017.

 

Kepala Dinas Kebudayaan dan Periwisata Aceh, Reza Fahlevi  kepada wartawan, Jumat 10 November 2017 menerangkan pagelaran Rapai Uroeh ini merupakan agenda provinsi yang dicanangkan sebagai kegiatan seni budaya mendukung program Wonderful Indonesia.

 

“Rapaia Urouh massal ini, sengaja kita gelar untuk mendukung pelestarian seni budaya tradisi Aceh, khususnya di Lhokseumawe, sekaligus  diluncurkan sebagai ikon seni budaya Kota Lhokseumawe. saya rasa ini hal yang luarbiasa dan harus didukung oleh semua pihak,” jelas Reza.

 

Ia berharap, kegiatan pelestarian seni tradisi terus digalakkan dan tidak menjadi tanggungjawab seniman dan pemerintah saja, namun menjadi tanggungjawab semua masyarakat Aceh.

 

Sementara itu, Ketua DKA Kota Lhokseumawe, Nazaruddin alias Peutua Din menerangkan 400 penabuh rapai tersebut berasal dari 26 grup rapai yanga tersebar di Kecamatan Muara Dua, Blang Mangat dan Muara Satu.

 

Katanya, Rapai Urouh sudah lama ditetapkan sebagai sebagai ikon seni budaya Lhokseumawe, namun launchingnya baru kali ini diadakan. Kemudian atraksi rapai dijadikan sebagai kegiatan utama pada acara itu.

 

Katanya, acara yang masuk dalam agenda The Light of Aceh tersebut  akan dihadiri oleh Walikota Lhokseumawe, Suaidi Yahya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Periwisata Provinsi, Reza Fahlevi, Kepala Bank Indonesia perwakilan Lhokseumawe serta unsur Muspida plus. Acara launching itu juga didukung penuh oleh Kasga Record. 

 

Nazaruddin juga menjelaskan, Rapai Urouh dijadikan ikon seni budaya kota petro dolar itu, karena dinilai satu-satunya seni tradisi lokal yang berhasil dipertahankan eksistensinya sampai saat ini, bahkan berhasil ditularkan ke generasi muda.

 

“Rapai Urouh tetap eksis disaat Aceh konflik dan dimasa damai seperti saat ini , pemainnya terus bertambah. Dulunya hanya ratusan orang sekarang sudah mencapai 1500 penabuh. Namun untuk kegiatan launching di Lapangan Hiraq nanti, hanya 400 orang perwakilan dari 26 grup,” ungkapnya.

 

Oleh sebab itu, Ia menilai Rapai Urouh sangat layak dijadikan simbol keterwakilan seni budaya di Lhokseumawe. selama ini perkembangannya sangat didukung oleh pemerintah kota, terbukti dengan anggaran kegiatan seni yang dipos pemerintah melalui DKA Lhokseumawe meningkat dalam empat tahun terakhir.

 

Selain atraksi rapai, Peutuha Din menambahkan, acara launching juga diselingi dengan kegiatan pemecahan rekor MURI tas motif Aceh terbesar dari kelompok tas binaan Bank Indonesia perwakilan Lhokseumawe.

 

“Acara ini terbuka untuk umum dan silahkan beramai-ramai ke Lapangan Hiraq, acara launching kita gelar mulai dari pukul 14.00 WIB selesai sekitar pukul 17.30 WIB,” pungkasnya. ( Arief Zakaria )

Advertisement