Oknum Wartawan Peras Kepsek SDN Rp 2.020.000 Dengan Cara Menculik

6.715 dilihat

GARUT, Buanaindonesia.com- Berawal dari kedatangan dua Oknum Wartawan berinisial  S dan R yang datang ke SDN Cirapuhan 5 Kecamatan Selawi, Sabtu (08/02/14) sekitar jam 11.00 dengan menanyakan alokasi DAK tahun 2012. Menurut ke-2 oknum tersebut, alokasi DAK disekolah tersebut disinyalir ada kelebihan uang dari pengadaan  keramik, Namun akhirnya oknum wartawan tersebut malah memeras dan memaksa meminta uang jutaan rupiah dengan mengintimidasi.

Kepala Sekolah SDN Cirapuhan 5 Kecamatan Selaawi, H. Aen, S.Pd menjelaskan kepada oknum yang mengaku wartawan itu, mengenai kelebihan uang dari keramik digunakan buat pembangunan pagar dan kepentingan lainya untuk sekolah. Alokasi kelebihan anggaran itu tidak sekehendak pribadi, melainkan berdasarkan musyawarah dengan konsultan, pengawas dan Dewan Komite Sekolah. Tapi, dengan arogan oknum wartawan berinisial “S” itu langsung mengancam dan akan melaporkannya kepada kejaksaan. Kalau tidak diberi uang senialai 3 juta rupiah. Waktyu itu, Kepala sekolah pun merasa takut karena terintimidasi oleh S dan R.

Advertisement

Sehubungan H. Aen hanya memiliki uang 1 juta rupiah, maka segeralah mencari uang dan meminjamnya kepada Tini, S.Pd Kepala Sekolah SDN Cirapuhan 3, sebesar 500 ribu rupiah. Namun sayang, ketika uang yang berjumlah 1,5 juta rupiah diserahkannya kepada oknum wartawan itu, malah di tolak oleh ke-2 oknum tersebut. Mereka malah dengan arogan menarik Kepala SDN Cirapuhan 5 itu  dengan memaksa untuk meminjam uang lagi kepada siapa pun, agar uang pemberian dari Kepsek itu harus genap menjadi  2,5 juta rupiah.

Tak disangka, ke-2 orang yang mengaku wartawan itu menarik paksa dan menyeret Kepla SDN Cirapuhan 5 yang kini menjadi Kepala sekolah SDN Cirapuhan 3, untuk naik mobil milik “S”. Sedangkan, “R” mengikuti dari belakang dengan mengendarai kendaraan sepeda motor milik H. Aen menuju pasar Cirapuhan Selaawi guna meminjam uang dari isterinya sebesar 500 ribu rupiah.

Akhirnya, uang yang terkumpul ditangan H. Aen, sudah bertambah menjadi 2 juta rupiah, dan  dikasihkannya kepada “S”. Oknum yang mengaku wartawan itu cepat mengambil uang yang diserahkan oleh Aen. Namun, ke-2 oknum tersebut, dengan tanpa etika menyuruh memperlihatkan isi dompet Kepala sekolah itu. Setelah H. Aen memperlihatkan sisa uang didompetnya  itu tinggal 20 ribu rupiah. Uang tersebut dirampasnya kembali. Jadi, total uang yang dibawa Oleh “S” menjadi sebesar 2 juta 20 ribu rupiah.

” Dengan ulah 2 oknum yang mengaku wartawan itu, saya sampai kini merasa kecewa. Karena mereka bersikap tidak beretika. Saya sebagai seorang kepala sekolah merasa diremehkan dengan diperlakukan tidak manusiawi. Masa, masa diperlakukan seperti binatang,” kata H. Aen yang sekarang menjadi Kepala Sekolah SDN Cirapuhan 3 Kecamatan Selaawi.

Sementara itu, Ketua Forum Wartawan Garut Utara(F-Swarga), Budi HW saat dikonfirmasi via telephon seluler langsung mengecam tindakan ke-2 oknum wartawan itu. Menurunya, apabila benar ke-2 orang itu wartawan, berati sikapnya sangat kurang ajar telah melanggar kode Ettik Jurnalistik dan tupoksi wartawan. Ke-2 oknum itu jelas telah merusak citra wartawan, yang terkenal oleh publik sebagai insan intelektuil dengan berpegang pada undang-undang  Pers No. 40 Tahun 1999, diantaranya peran pers itu untuk menegakan keadilan den kebenaran serta menegakan supremasi hukum dan hak asasi manusia, bukan sebaliknya.

Peristiwa itu perlu diselidiki dan disikapi bersama, tambah ketua F_Swarga, Apakah benar ke-2 orang itu wartawan, atau hanya sebatas mengaku saja. Apabila memang itu wartawan dari salah satu media, diharapakan kepada pihak-pihak terkait segera menindak lanjuti dan secepatnya mengadakan pembinaan terhadap insan-insan pers.( DEDEN )

Advertisement