Pemerintah dan Industri Hulu Migas Salurkan Bantuan Berkelanjutan untuk Korban Banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar

5.882 dilihat

BUANAINDONESIA.CO.ID JAKARTA-  Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) serta Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) terus memperkuat upaya kemanusiaan bagi masyarakat terdampak banjir dan longsor di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Langkah ini menjadi bagian dari respons terpadu antara pemerintah dan sektor energi untuk membantu percepatan penanganan darurat serta pemulihan pascabencana di daerah terdampak.

Advertisement

Bantuan Disesuaikan Kebutuhan Lapangan
Penyaluran bantuan dilakukan setelah melalui koordinasi intensif dengan pemerintah daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta posko-posko tanggap darurat setempat. Jenis bantuan yang dikirimkan disesuaikan dengan kebutuhan lapangan, mulai dari fase tanggap darurat hingga pemulihan awal.

Bantuan tersebut meliputi genset, tenda keluarga dan tenda besar, paket sembako dan makanan siap saji, air minum, perlengkapan sanitasi, selimut dan matras, perlengkapan bayi, obat-obatan dan alat kesehatan, hingga peralatan kebersihan untuk mendukung pemulihan lingkungan pascabencana.

Untuk memastikan bantuan menjangkau wilayah yang akses transportasinya terganggu, pengiriman dilakukan melalui armada kargo udara dari Bandara Soekarno-Hatta. Pelepasan bantuan dilakukan secara resmi oleh Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung bersama Kepala SKK Migas.

Penggunaan jalur udara dinilai efektif dalam mempercepat distribusi bantuan, terutama ke daerah-daerah yang terdampak banjir parah dan longsor.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menegaskan bahwa keterlibatan Kementerian ESDM dan SKK Migas merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam membantu masyarakat yang menghadapi musibah.

Ia menyampaikan bahwa dukungan tersebut tidak hanya berupa bantuan material, tetapi juga menjadi simbol solidaritas dan komitmen jangka panjang sektor energi dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat di wilayah rawan bencana.

Sementara itu, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menjelaskan bahwa pihaknya telah mengoordinasikan partisipasi sejumlah KKKS yang beroperasi di Sumatera Bagian Utara untuk bersama-sama menyediakan bantuan sesuai kebutuhan terkini di lapangan.

Ia menyebutkan bahwa penyaluran bantuan dilakukan secara berkelanjutan. Pada tahap terbaru, bantuan dengan total berat lebih dari 12 ton berupa tenda besar, genset, dan peralatan pendukung kebersihan telah diberangkatkan menggunakan pesawat kargo menuju lokasi terdampak.

Upaya kolaboratif antara pemerintah dan industri hulu migas ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus mempercepat proses pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Advertisement