Penasehat Hukum Terdakwa AY Hadirkan Dua Saksi Meringankan

1.224 dilihat
Penasehat Hukum Terdakwa AY Hadirkan Dua Saksi (Dodi hamidi,Iwan Kurniawan). Foto : ZP

BUANAINDONESIA, SUMSEL- Terdakwa Ahmad Yani (AY), bupati non aktif Muara Enim dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dinas PUPR Elfin MZ Muchtar kembali menjalani sidang lanjutan terkait kasus suap 16 paket dana aspirasi senilai Rp132Miliar, dalam sidanglanjutan  di Pengadilan Tipikor Palembang Kelas IA dengan agenda menghadirkan dua orang saksi dari pihak terdakwa Selasa 17 Maret 2020

Dua  saksi yang dihadirkan di persidangan untuk meringankan terdakwa AY, Pertama Dodi hamidi, warga Muara Enim, bekerja sebagai karyawan honorer bagian protokol di Pemkab Muaraenim, Kedua Iwan Kurniawan, tinggal di Muaraenim, dan kerja sebagai seorang dosen di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum di Yayasan Kerasan Muaraenim.

Kepada majelis hakim saksi Iwan Kurniawan  mengatakan, pihaknya mengenal Ahmad Yani Bupati Muara Enim non aktif sejak ia bertugas di kantor DPRD Muara Enim.

“Saya kenal dengan Pak Bupati Muara Enim sejak saya kerja dikantor DPRD Kabupaten Muar Enim,” jawab saksi kepada Hakim

Ia mengenal Ahmad Yani saat ia bekerja sebagai relawan bakti sosial di Muara Enim. Dari sanalah saya mengenal Bupati Muara Enim non aktif

Hakim, menanyakan kepada saksi Iwan mengenai mobil merek tata, menurut Iwan, mobil tata tersebut digunakan  untuk bakti sosial kedesa – desa di Muara Enim.

“Saya diperintah reza ajudan pak bupati untuk menggunakan mobil tersebut, untuk mengantarkan barang – barang atau sembako untuk kegiatan sosial,” jawabnya

Sementara itu JPU KPK Roy Riady, mengatakan, dalam persidangan sesuai permintaan Kuasa hukum terdakwa AY, meminta sidang kasus suap bupati Muara Enim non aktif ditunda. Hal ini dikarenakan virus Corona.

“Dari itu sidang Ahmad Yani ditunda sampai dua minggu, dalam sidang Ahmad Yani ini kami juga meminta ke majelis hakim agar di persidangan Ahmad Yani nanti usai digelar sidang saksi meringankan (adecart) dilanjutkan dengan sidang pemeriksaan terdakwa. Dan Hakim mengabulkannya,” jelas JPU

Ketua Majelis Hakim, Erma Suharti SH MH, mengatakan, sidang bakal digelar dua Minggu lagi atau tanggal 30 Maret 2020

“Kita menunda sidang sampai dua minggu, Terkait virus Corona,”