Presiden Prabowo Siang Ini Undang Petinggi Partai Bahas Situasi Terkini Pasca Unjuk Rasa

18.156 dilihat

BUANAINDONESIA.CO.ID JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto siang tadi Minggu 31 Agustus 2025 mengundang seluruh petinggi partai politik ke Istana Negara. Pertemuan tersebut digelar guna membahas situasi terkini pasca aksi unjuk rasa yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir.

Undangan yang disampaikan secara resmi oleh Sekretariat Negara ditujukan kepada ketua umum dan perwakilan partai politik parlemen maupun non-parlemen. Pertemuan dijadwalkan berlangsung tertutup mulai pukul 14.00 WIB.

Advertisement

Menurut sumber di lingkaran istana, Presiden Prabowo menilai perlu adanya langkah bersama untuk menjaga stabilitas politik nasional. “Presiden ingin mendengar pandangan semua pihak, sekaligus memastikan situasi tetap kondusif,” ujar salah satu pejabat yang enggan disebut namanya.

Hingga siang tadi, beberapa ketua umum partai dikabarkan sudah tiba di kompleks Istana. Sejumlah tokoh politik juga menyampaikan bahwa pertemuan ini penting sebagai forum komunikasi nasional, agar dinamika pasca-unjuk rasa dapat ditangani secara bijak.

NasDem Nonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach

Sebelumnya di tempat terpisah, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengumumkan penonaktifan dua anggota DPR dari Fraksi NasDem, yakni Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach, terhitung mulai 1 September 2025. Langkah itu, menurut Paloh, dilakukan sebagai bagian dari penegakan disiplin.

PAN Nonaktifkan Eko Patrio dan Uya Kuya

Sementara itu, Partai Amanat Nasional (PAN) juga mengambil langkah serupa. PAN resmi menonaktifkan dua anggotanya, yakni Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio dan Surya Utama alias Uya Kuya, sebagai anggota DPR RI dari Fraksi PAN.

“Mencermati dinamika dan perkembangan saat ini, DPP PAN memutuskan untuk menonaktifkan Saudaraku Eko Hendro Purnomo (Eko Patrio) dan Saudaraku Surya Utama (Uya Kuya) sebagai Anggota DPR RI dari Fraksi PAN DPR RI, terhitung sejak hari Senin, 1 September 2025,” kata Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi dalam keterangan resminya, Minggu (31/8/2025).

Situasi Politik Dipantau Ketat

Sikap tegas dari NasDem dan PAN ini dinilai sebagai upaya menjaga disiplin internal sekaligus meredam potensi konflik politik yang dapat memperkeruh suasana pasca-unjuk rasa.

Sementara itu, aparat keamanan tetap disiagakan di beberapa titik strategis di ibu kota guna mengantisipasi perkembangan situasi. Pemerintah menegaskan bahwa kebebasan berpendapat tetap dijamin, namun harus dilakukan secara tertib dan damai.

Pertemuan siang ini diharapkan menghasilkan kesepakatan langkah bersama antar-elite politik untuk meredam ketegangan, menjaga persatuan, serta meneguhkan komitmen terhadap jalannya demokrasi di Indonesia.

Advertisement