PALEMBANG, Buanaindonesia.com-Aksi pembegalan sepeda motor di Palembang makin mengganas. Tak hanya orang asing, teman sepermainan pun tak luput menjadi korban kejahatan yang dilakukan para pelaku.
Itulah dilakukan Andika alias Kekot (19), warga Jalan Kebun Bunga, Lorong Krikil, Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarami, Palembang. Dia nekat membegal teman sepermainannya sendiri bernama Bayu Ramadani (17). Selain membegal motor korban, Ketot bersama empat pelaku lain mengeroyok korban hingga terluka.
Peristiwa itu terjadi saat korban hendak pulang bersama rekannya mengunakan sepeda motornya jenis Mio J akhir April 2015 lalu. Ketika melintas di kawasan Suka Damai, Palembang, korban menabrak motor pelaku berjumlah empat orang yang mengerem mendadak. Namun, tabrakan itu tak membuat pelaku dan motornya rusak lantaran korban mengendarai pelan-pelan. Hanya saja, pelaku pura-pura terjatuh karena kesakitan.
Tiba-tiba, salah seorang pelaku Opin (DPO) menghujamkan celurit ke arah kepala korban. Beruntung, celurit itu tak melukai korban karena masih mengenakan helm. Korban baru terluka akibat tebasan parang tersangka Kekot di tangannya.
Kemudian motor Yamaha Mio J milik korban dibawa pelaku. Wajah seorang pelaku sempat dikenali korban karena masih teman sepermaiannya sejak dulu.
Beberapa hari kemudian, tersangka Kekot diciduk polisi saat bekerja sebagai buruh bangunan tak jauh dari rumahnya, Minggu (3/5) sore. Keesokan harinya, polisi mengamankan pelaku lainnya, Indra (25), tetangga Ketot. Sementara tiga pelaku lain masih buron.
Tersangka Kekot mengaku membegal motor karena kepepet duit buat beli rokok. Upah sebagai buruh bangunan sudah habis.
“Kami pura-pura jatuh usai ditabrak, padahal tabrakannya tidak kuat. Waktu itulah, kami keroyok dia dan rampas motornya,” ungkap tersangka Kekot di Mapolsek Sukarami Palembang, Selasa (5/5).
Saat disinggung kenapa dia tega membegal kawannya sendiri, Kekot mengatakan, awalnya tidak mengetahuinya lantaran korban memakai helm kaca gelap.
“Saya baru tahu waktu dia (korban) kami kerotok dan dibuka kaca helmnya,” ujarnya.
Sementara itu, tersangka Indra menjelaskan, sebelum kejadian mereka hendak menonton balap tak jauh dari lokasi kejadian. Dalam aksi itu, dia hanya ikut-ikutan mengeroyok korban saja.
“Baru kali ini saya merampas motor, saya juga tak tahu motor itu mau diapain,” kata dia.
Kapolsek Sukarami Palembang Kompol Nurhadiansyah menjelaskan, kedua tersangka berhasil diamankan setelah mengambil keterangan dari korban. Saat kejadian, korban sempat melihat wajah seorang pelaku yakni Kekot.
Dari tangan kedua tersangka, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa dua unit sepeda motor, milik korban dan tersangka Kekot. Juga mengamankan helm yang dikenakan korban yang terdapat bekas goresan celurit.
“Dengan ditangkapnya kedua tersangka, masih tiga pelaku lainnya yang masih dalam pengejaran,” terangnya. (Erwan – Wardoyo)








