Reses Tahap III DPRD Sumsel Dapil 8 Tampung Aspirasi Masyarakat

7.718 dilihat

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Daerah Pemilihan (Dapil) VIII (Delapan) yang meliputi, Mura, Muratara dan Lubuk Linggau. Reses Tahap III, berlangsung dari tanggal 7– 12 Desember 2020.

Koordiantor Reses H.Hasbi Assidiqie, S.Sos, M.M- Golkar, mengatakan Reses Tahap III DPRD Sumsel Dapil VIII mengadakan pertemuan dengan masyarakat daerah pemilihan di Desa Maur Baru-Kecamatan Muara Rupit, Desa Air Satan, Desa Ketuan Jaya Kecamatan Muara Beliti-Mura dan Desa Sukaraja Kecamatan Karang Jaya Muratara

Advertisement

Dikatakan Pertemuan dengan camat Unsur Muspika Kecamatan, Kepala Desa dan perangkat Desa Tokoh Agama, dan tokoh masyarakat, Ormas dan anggota BPD.

Dikatakan, Reses kali ini diikuti anggota dewan yang berasal dari dapil VIII disebutkan “Rita Suryani – Partai PDI-P, H. Novian Fauzi, S.H. – NasDem, H.Toyeb, S.Ag. – PAN, H.M.Subhan- PKS, Drs. H.A.Gani Subit, M.M-Demokrat dan terakhir saya sendiri H.Hasbi Assidiqie, S.Sos, M.M- Golkar,” Kata H.Hasbi Assidiqie, S.Sos, M.M

Politisi Golkar menjelaskan, Kegiatan Reses ini rutin dan terjadwal untuk menyerap aspirasi masyarakat. Saat saat reses tahap III banyak menerima masukan tentang masalah kesehatan, pendidikan, air untuk mengaliri persawahan, perambahan hutan

Dimasa pandemi ini, pelaksanaan reses tahap III, mentaati protokol kesehatan. Memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, dan mencuci tangan pakai sabun di air mengalir (3M)

Dikatakan, warga minta pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mengeluarkan kartu kesehatan, yang tidak tercover oleh Kartu Indonesia Sehat. Sedangkan untuk pendidikan pemerintah provinsi diminta membantu sarana dan prasana sekolah.

Sedangkan, Persoalan mengenai kebutuhan air untuk persawahan. Petani di Linggau dan Muratara, merasa ada monopoli suplai air yang dilakukan pengusaha kolam tambak air deras di kawasan tersebut.

Mendapat informasi atau laporan mengenai perambahan hutan yang sudah memprihatinkan. Sudah menyentuh hutan TNKS.

“Kami segera dikoordinasikan dengan pihak terkait, untuk menindaklanjuti permasalahan didapil,” (ADV)

Advertisement