
OGAN ILIR, buanaindonesia.com- Intensitas hujan yang cukup tinggi menguyur kabupaten Ogan Ilir selama sepekan terakhir ini membuat puluhan hektar kebun Karet milik warga di Kecamatan Rambang Kuang terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 2 meter.
Akibat kejadian itu petani karet mengalami kerugian, lantaran kebun karet mereka tidak bisa disadap. Selain itu, petani karet juga khawatir air yang merendam kebun karetnya akan membuat pohon karet mereka menjadi mati.
Musa (44) Petani karet, warga desa Kuang Dalam, Kecamatan Muara Kuang saat dikonfirmasi mengaku sudah lebih dari sepekan ini dirinya tidak pergi ke kebun untuk menyadap karet. Hal itu terjadi karena kebun miliknya saat ini direndam air yang ketinggiannya mencapai 2 meter.
“Sudah lebih dari sepekan, kami hanya diam dirumah dan tak ada penghasilan. Saat ini meski ketinggian air sudah menurun yakni sekitar 50 Cm, namun kami tetap belum bisa menyadap karet,” kata Musa yang didampingi Istrinya Shinta (40).
Ditambahkan Musa, yang merendam kebun karet miliknya itu terjadi akibatkan Sungai Kuang, dan Sungai Rambang yang merupakan anak Sungai Ogan meluap akibat tingginya intensitas hujan yang terjadi beberapa pekan terakhir ini.
“Kalau kerugian secara keseluruhan diperkirakan mencapai Rp 1 milyar lebih. Sebab biasanya, dalam satu minggu warga desa Kuang Dalam bisa menjual getah karet hingga 100 ton dengan harga jual Rp. 10 ribu per kilonya,” katanya. (Mie)







