Soal Minta 3 Ton Emas, Akil Mengaku Bergurau

7.560 dilihat
akil dipersidangan

JAKARTA, buanaindonesi.com– Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar, mengaku pernah mengirim pesan singkat yang berisi permintaan 3 ton emas kepada politisi Partai Golkar Chairun Nisa. Namun, menurut Akil, saat itu ia hanya bergurau.

“Saya bergurau berapa ton emasnya,” kata Akil, ketika bersaksi dalam sidang kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Gunung Mas, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (30/1/2014).

Advertisement

Namun, ia mengakui bahwa SMS tersebut untuk menjawab permintaan Chairun Nisa mengenai sengketa Pilkada Gunung Mas. Nisa meminta Akil membantu Bupati Gunung Mas terpilih Hambit Bintih.”Pernah, Ibu Nisa, melalui SMS,” kata Akil.

Akil membenarkan bahwa 3 ton yang dimaksud adalah Rp 3 miliar. Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun terus mencecar Akil soal permintaan itu. “Kalau begitu, mengapa saudara bilang akan ulang Pilkada Gunung Mas?” tanya Jaksa Pulung Rinandoro. “Itu bergurau, Pak. Kan, belum register (sengketa Pilkada Gunung Mas),” kata Akil.

Sebelumnya, Nisa menyampaikan bahwa Akil meminta tiga ton emas jika Hambit Bintih ingin putusan sengketa pilkada ditolak. Jika putusan keberatan hasil pilkada ditolak, maka pemenangan Hambit dan pasangannya, Arton S Dojong, tetap dinyatakan sah sesuai keputusan KPUD Gunung Mas.

Setelah menerima SMS dari Akil itu, Nisa pun menghubungi Hambit. Keduanya bersama Cornelis kemudian bertemu di Hotel Borobudur, Jakarta, pada 26 September 2013. Nisa pun langsung menunjukkan SMS Akil kepada Hambit. Hambit sempat menolak dan meminta Nisa untuk melakukan penawaran kepada Akil. Namun, Akil juga menolak menurunkan permintaannya. Hambit pun akhirnya menyetujui permintaan Akil sebesar Rp 3 miliar. Hambit meminta Cornelis untuk menyediakan uangnya. (kps)

Advertisement