Anindya Andara : Bayi Malang Lahir Tanpa Anus

13.755 dibaca
Anindya, putri dari Panji Syailendra dan Rini Purwanti, lahir pada Tanggal 22 Mei 2015,

PALEMBANG, Buanaindonesia.com- Anindya Andara, putri dari Panji Syailendra dan Rini Purwanti, lahir pada Tanggal 22 Mei 2015, namun malangnya Anindya terlahir tanpa memiliki anus. Sehingga umur 5 hari, dilakukan operasi di RSUD Dr.H.Moehammad Rabain Muara Enim untuk membuat saluran pembuangan sementara pada perut bayi sisi kiri.

Anindya mengalami atresia ani post colostomy jenis kloaka, yakni saluran anus, kantong kemih dan vagina mengerucut pada satu saluran pembuangan (vagina).
Anindya, putri dari Panji Syailendra dan Rini Purwanti, lahir pada Tanggal 22 Mei 2015,

Atas petunjuk dari Sekretaris Kecamatan Lawang Kidul, keluarga bayi yang berdomisili di Jl.Jaman RT.10 Dusun 4 Desa Tegal Rejo ini mengajukan permohonan bantuan kepada CSR PT.BA Tanjung Enim, dan Alhamdulillah telah 2 kali dikunjungi, namun sampai saat ini belum ada bantuan sama sekali.

Advertisement

Melalui Rumah Aspirasi Rakyat IRMA SURYANI, SE (DPR RI Komisi IX Fraksi Partai NasDem), Anindya kembali dibawa ke RSUD HM.Rabain Muara Enim untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Kemudian setelah berat badan bayi telah mencapai 5 Kg, Anindya di rujuk ke RSMH Palembang dengan melalui Program JAMSOSKES Sumsel Semesta. Kini menjalani Rawat Inap di Ruang Kemuning Kamar 4 untuk mendapatkan perawatan medis sembari menunggu jadwal operasi.

Menurut keterangan Dr.Dony Sandra yang semula menyambut dan memeriksa Anindya di Poli bedah anak RSMH; kasus Bayi lahir tanpa anus itu banyak. Dalam 1 tahun RSMH menerima pasien bayi tanpa anus rata-rata 8 orang. Namun khusus terhadap kelainan yang dihadapi Anindya Andara ini luar biasa. Di RSMH ini yang ke dua.

Anindya mengalami atresia ani post colostomy jenis kloaka, yakni saluran anus, kantong kemih dan vagina mengerucut pada satu saluran pembuangan (vagina). Sehingga terhadap Anindya harus dilakukan operasi minimal 4 kali termasuk diantaranya menutup saluran pembuangan sementara yang telah dibuat pada sisi kiri perutnya.

Terhadap derita yang dialami putri Panji dan Rini ini, pihak pengelola Rumah Aspirasi Rakyat IRMA SURYANI, SE berkomitmen untuk peduli dan berpartisfasi dengan memberikan berbagai bentuk bantuan hingga Anindya Andara mendapatkan tindakan medis sebagaimana mestinya hingga si bayi sempurna bagaikan bayi-bayi sehat lainnya.

Atas nama keluarga Panji Syailendra, diucapkan Terima Kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan yang diberikan kepada keluarga Anindya Andara; yakni :

1. Irma Suryani, SE. senilai Rp.1.000.000,- plus nutrisi Makanan Pendamping ASI.
2. CSR PT.PAMA PERSADA sebesar Rp.2.000.000,-

3. Hj. Titin Noviar (karyawan PT.PAMA PERSADA) sebesar Rp.600.000,-
(telah digunakan selama perwatan medis di RSMH Muara Enim)

4. IR.H.MUZAKIR SAISOHAR (Bupati Muara Enim) sebesar Rp.5.000.000,-
(untuk kebutuhan keluarga Pasien dan Pasien di RSMH Palembang).

5. Anggota Fraksi NasDem DPRD Muara Enim sebesar Rp. 2.000.000,-
(untuk transportasi pasien dan keluarga ke RSMH Palembang sebanyak 2 kali)

6. DIDIK EPRIADI,SH (Ketua Fraksi NasDem DPRD Provinsi Sumsel) sebesar Rp.800.000,-
(untuk akomodasi keluarga pengantar pasien ke RSMH Palembang)

7. Ardhani Awam (Anggota Fraksi NasDem DPRD  Sumsel berupa prosedur pengurusan pasien di RSMH.

Kepada para Dermawan yang peduli untuk penyembuhan Anindya Andara, dapat menyalurkan bantuannya melalui Rekening BRI Nomor : 5732-01-019353-53-3 atas nama RINI PURWANTI (Ibunda Anindya Andara).

Untuk keterangan lebih lanjut, dapat menghubungi Endang Suparmono (Koord Rumah Aspirasi Rakyat) di 0812 2254 0096.

Rumah Aspirasi Rakyat Irma Suryani, SE

ttd

Endang Suparmono
Koordinator (Release)

Bagaimana Menurut Anda?