Ribuan Hektare Sawah Terancam Gagal Panen

9.455 dibaca

BANYUASIN, Buanaindonesia.com – Petani Desa Gelebak Dalam Kecamatan Rambutan saat ini resah, pasalnya ribuan areal sawah yang telah ditanami padi saat ini terancam gagal panen. Lantaran air mengering bahkan tanah mulai retak-retak. Hal ini sudah berlangsung sejak sebulan terakhir.

Seperti yang dikatakan Mahasan Alam, petani Desa Gelebak Dalam. Dia menjelaskan, padi yang sudah ditanam diareal sawah, awalnya berair kini mengering lantaran kemarau yang cukup panjang. Bahkan, padinya kini terancam gagal panen. Dan hal ini bukan hanya dirasakan dirinya melainkan puluhan petani lainnya. Setidaknya ada sekitar 500 hektare sawah yang telah tanam yang tanahnya mengering dan mengalami retak-retak.

Advertisement

“Kami kebingungan, untuk mengangkut air ke sawah cukup jauh, makanya usaha kami terasa sia-sia saja mengingat areal yang kering ini mencapai ratusan hektare. Lihatlah saja, tanah kering tak ada air sedikitpun, dan kini tanah mulai retak-retak. Jika dalam satu bulan ke depan tidak ada hujan atau tidak disiram dengan air yang cukup, maka padi kami ini akan kering dan akhirnya mati. Sudah jelas, tahun ini kami terancam gagal panen,” ungkap dia.

Dia berharap agar pihak terkait dapat segera bertindak, dengan meminjamkan mesin pompa air, untuk mengalirkan air ke areal persawahan yang mulai kekeringan. Mengingat untuk menggunakan mesin pompa biasa tidak bisa maksimal.

“Kita berharap ada bantuan mesin pompa air dari Distannak, sebab memang sudah ada bantuan, itu baru diberikan kepada Kelompok Tani Mekar Jaya Desa Sungai Pinang, hanya satu. Sementara yang kekeringan ini hampir menyeluruh tentunya tidak akan mampu mengkover kebutuhan. Kami minta tolong Distannak untuk segera bertindak cepat,” harapnya.(muh)

Bagaimana Menurut Anda?