BUANASUMSEL.COM, MUSI RAWAS – Guna menekan angka Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang akan terjadi di wilayah Kabuapten Musi Rawas (Mura), Pemerintah setempat telah membentuk tim khusus pencegahan dan penanggulangan Karhutla yang terdiri dari Pemerintah Daerah (Pemda) dan instansi terkait, serta melibatkam perusahaan untuk menyiapkan posko penanggulangan. Hal itu disampaikan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Mura H Isbandi Arsyad, kepada Buana Indonesia Selasa (14/2).
Menurutnya, dengan dibentuknya tim tersebut, serta dengan memanggil seluruh pihak, termasuk pihak perusahaan. Dapat mengantisipasi Karhutla. Agar dapat menekan angka Karhutla di Mura. Bahkan, ke titik zero.
Hal tersebut sudah dilakukan sekitar seminggu yang lalu, dengan mengundang seluruh perusahaan untuk secara bersama-sama menjaga kekondusifan di Mura terkhususnya masalah Karhutla tersebut.
“Itu semua sudah dilakukan sekitar seminggu yang lalu, dengan andanya tim khusus tersebut bisa mencegah terjadinya Karhutla. Terlebih dimana tim tersebut yang siap siaga setiap waktu untuk turun ke masyarakat langsung,” Kata Isnandi.
Ia juga mengatakan jika hal tersebut merupakan langkah strategis yang dilakukan, terlebih mengingat intruksi dari pusat dimana Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang menyatakan siaga Karhutla. Dimana tim tersebut yang akan bekerja secara optimal serta siap turun kelapangan. Karena menurutnya, kebakaran bisa terjadi setiap saat Karhutla maupun kebakaran rumah tangga
“Memang saat ini masih dalam kondisi Mura masih musim hujan, namun tim tersebut kami pastikan untuk siaga setiap saat. Karena memang tidak menutup kemungkinan, meski musim hujan itu bisa saja terjadi kebakaran,” jelasnya.
.Dijelaskanya, jika itu pihaknya juga secara rutin melakukan koordinasi dengan sesaman Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sekabupaten/kota di seluruh Pemprov Sumsel. Terlebih, dimana masalah Karhutla tersebut saat ini yang memang menjadi pusat perhatian Pemprov.
“Koordinasi dengan BPBD Provinsi pun sangat baik, bahkan ketika di Mura terjadi kebakatan yang besar mereka siap untuk turun langsung, karena memang mereka memiliki alat untuk bom air. Bahkan setiap satu bulan sekali rapat koordinasi se BPBD se kabupaten/kota, dan kita juga siap untuk dievaluasi,” ungkapnya.
Ditambahkannya, meski telah dibentuk tim khusus penanggulangan Karhutla, pihaknya tetap saja meminta kepada camat, kepala desa (kades) untuk terus mensosialisasikan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaram hutan secara besar-besaran.
“Sosialisasi terus jalan ke desa-desa, baik perangkat maupun masyarakaat. Untuk saat ini memang sudah mulai hilang kebiasaan membuka lahan dengan cara dibakar. Untuk warga yang ingin berladang dan membuka lahan dikekas dulu dan paling banyak dua hektar,” tutupnya. (Sutrisna)










