
BUANASUMSEL.COM, PALEMBANG – Untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran Hutan dan Lahan (Karthula) di wilayah Provinsi Sumatera Selatan, Gubernur Provinsi Sumatera Selatan H. Alex Noerdin menggelar Apel Kesiapan Personil dan Peralatan Penanggulangan Karhula tahun 2017
Apel dikuti 1.350 personel gabungan dari TNI Polri, Tagana, Kehutanan, Perkebunan, Perusahaan, SAR, Pol PP, Manggala Agni, Pramuka. di selenggarakan di halaman Griya Agung Palembang Jum’at (17/02/2017)
Apel bertujuan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumsel. apalagi, di perkirakan pada tahun ini musim kemarau akan lebih panjang, diikuti udara yang cukup panas. Selain itu juga untuk mensukseskan pelaksanaan Asian Games 2018.
Apel dipimpin Gubernur Sumsel, H. Alex Noerdin, dihadiri langsung Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Laksda TNI (Purn) Willem Rampangile
Gubernur Sumsel, H. Alex Noerdin dalam sambutannya mengatakan, karhutla harus dicegah sedini mungkin. Pada pertengahan Febuari 2017 telah terpantau 11 titik api.
“Tetapi alhamdulillah sudah bisa dikendalikan, namun status Sumsel masih siaga karhutla,” ungkap orang nomor satu di Sumsel ini.
Dikatakan Alex Noerdin, keberhasilan Sumsel pada 2016 lalu turun cukup signifikan dari tahun 2015, hal ini terbukti dengan terkendalinya jumlah titik api (hotspot) yang berkurang sebesar 99,7 persen.
Namun, Politisi Golkar ini menyebutkan keberhasilan itu bukanlah akhir dari sebuah perjuangan, melainkan masih ada babak baru yang harus dihadapi, apalagi Sumsel akan menjadi tuan rumah perhelatan akbar Asian Games 2018.
“Kita harus bekerja lebih ekstra lagi pada tahun ini, dan mempertahankan serta meningkatkan pencapaian kita kedepannya agar lebih baik lagi, Untuk itu seluruh kekuatan kita kerahkan. Karena jika masih terjadi karhutla, Asian Games tidak akan bisa berlangsung tentu hal ini bukan yang kita harapkan,” jelas mantan bupati Muba dua periode ini.
Untuk itu Alex Noerdin mengajak semua pihak untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam mencegah kebakaran. “Semuanya harus kita lakukan secara bersama-sama agar berhasil,” katanya
Sementara itu Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Laksda TNI (Purn) Willem Rampangilei dalam kata sambutannya mengatakan menyampaikan dalam prnengulan karhutla pada tahun 2016 sumsel bebas asap.
“Dulu kita sukses dalam penanganan satgas asap Karhutla, terlebih berkat kerja keras kita dalam penanggulangan asap dan ini merupakan ,” Willem Rampangilie
Banyak upaya yang sudah dilakukan Gubernur serta kolaborasi antara Pemerintah dan steakholder dan juga pada pihak perusahaan yang sudah melakukan sedini mungkin langsung diikuti apel kesiagaan baik personil maupun peralatan.
“Langka inisiatif untuk yang diambil sejak dini sosialisasi kepada masyarakat dan pada perusahaan dan pemadaman sedini mungkin dan melakukan modifikasi cuaca dan personil yang terlibat, didukung dengan peralatan dan perlengkapan”
Demikian juga disampaikan Laksda TNI (Purn) Willem Rampangilie. Menurut Pangdam, tim Satgas gabungan darurat asap terdiri dari Polri, TNI, Brimob, BNPN dan dari Magala Agni. Sebelumnya Pangdam mengapresiasikan atas keberhasilan Satgas Karhutla Sumsel tahun 2016 yang sukses membuat Sumsel bebas asap.
Dijelaskannya, kekurangan personil yang terjadi di lapangan dalam upaya Karhutla akan menjadi bahan evaluasi tahun 2017. Agar kedepan lebih giat berlatih dan memperkecil kemungkinan karhutla kembali terjadi.
“Seluruh personil diharapkan dapat dengan sigap mengatasi kebakaran hutan. Mengoperasikan semua peralatan yang ada dengan baik. Serta membuat strategi jitu dalam mengatasi siasat pelaku yang tidak bertanggung jawab, “tutupnya









