Dump Truk Batu Bara Dominasi Antri Isi BBM di SPBU

59.844 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, MUBA – Bahan Bakar Minyak (BBM) Jenis Solar, banyak diburu armada pengangkut batu bara, tidak terkecuali di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU),  NO 24 307 37 yang ada di Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin ( Muba).

Sehingga tidak mengherankan kalau hampir setiap hari di beberapa SPBU di wilayah itu selalu disuguhkan dengan pemandangan antrian Dump truck pengangkut batu bara yang beroperasi di wilayah Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Advertisement

Akibatnya antrian dump truck Batu bara mengakibatkan terganggunya pengguna jalan lainnya, baik sepeda motor maupun mobil roda 4,

“Sempitnya lahan parkir, antri pembelian minyak di SPBU kadang kala dihalau oleh warga, karena parkir menghalangi keluar masuk kendaraan pribadi yang mau keluar, atau Kendaraan yang mau masuk guna pengisian BBM ,” terang FR. salah satu warga Sungai Lilin yang ikut antri.

salah seorang warga Sungai Lilin yang berhasil kami wawancarai, tidak mau disebutkan , menjelaskan, kadang kala mengeluhkan, sejak adanya mobil angkutan batu bara yang mengisi BBM di SPBU. “Setiap saya mengisi minyak untuk tujuan kerja, selalu terlambat dan ikut antri panjang.

Mobil bus umum baik penumpang atau pribadi turut antri, karena di SPBU sering terjadi keterbatasan stock minyak , dan tenaga kerja Saat diwawancarai, salah satu karyawan sebut saja “JN mengatakn ia mengakui bahwa ternyata di SPBU 24 307 37 tempat ia berkerja, didominasi oleh kendaraan jenis dump truck batu bara selama kurang lebih 3 tahun.

“Mobil Dump truck pengangkut Batu Bara lah yang banyak menggunakan solar ketimbang kendaraan pribadi,” Mobil-mobil Dump truck batu bara sudah antre sejak pagi sekira jam 5.30 Wib sekitar 60 hingga 70 unit Dump yang antre” cetus JN.

Disisi lain, sangat jelas dengan tegas pertamina melarang pengisian armada yang mengangkut Barang Perusahaan melakukan pengisian di SPBU. Akan tetapi, sepertinya baik pihak Pom pengisian bahan bakar maupun pertamina sudah memberikan kebebasan, di mana seharusnya pengisian BBM pengangkutan Barang perusahan, dalam hal ini Batu Bara mengikuti harga industri di atas sepuluh ribu rupiah.

Selanjutnya saat di konfirmasi ke PT.Pertamina Palembang Via Han fon seluler, pkl.8.00. Wib Jumat (25/04/2019) . dan pihak Pertamina , Novel menanggapi ,masalah ini akan di sampaikan ke atasannya dan segera akan memanggil kepada pimpinan / Yang Punnya SPBU -SPBU tersebut, kemungkinan hari senen ini.

Senada dengan pengakuan salah seorang warga Ujang (40 )yang saat itu sedang melakukan pengisian BBM. “Berharap kepada pihak pertamina, untuk tidak penjualan minyak Solar terhadap mobil angkutan batu bara, jikalau dilarang untuk segera mengambil tindakkan nyata, baik yang disengaja atau pun tidak,kalau hal ini ulah oknum SPBU ,sekiranya untuk ditindak tegas,” terangnya.

Menurut karyawan yang saat itu ada di pos security yang nama nya tidak mau di publikasikan, mengarahkan untuk konfermasi ke migas dan Sales Region yang ada di Palembang Plaju .

Bagaimana Menurut Anda?