MUARAENIM, Buanaindonesia.com- Ratusan warga Desa Pulau Panggung Kecamatan Tanjung Agung, Muara Enim menggelar aksi demo kepada PT Bara Anugerah Sejahtera (BAS) di depan pintu masuk perusahaan yang berada disimpang Desa Pulau Panggung, Kamis (18/06).
Ada 3 hal yang menjadi tuntutan warga kepada pihak perusahaan pertambangan batubara tersebut. Diantaranya, mencarikan solusi terbaik untuk tenaga penerpalan, karena pihak perusahaan menentukan tarif baru, namun tidak mendapat persetujuan sebagian warga. Selanjutnya, warga meminta perusahaan memanfaatkan potensi tenaga kerja lokal, dan ketiga warga menuntut kegiatan CSR perusahaan.
Ardiansyah SE, Ketua KNPI Kabupaten Muara Enim yang merupakan koordinator aksi meminta kepada pihak PT BAS untuk mengakomodir tuntutan masyarakat Desa Pulau Panggung tersebut. Terutama mereka yang selama ini mencari makan di perusahaan tersebut.
Ardiansyah meminta perusahaan untuk mengambil keputusan status Quo. Sambil menunggu proses tenaga kerja penerpalan diakomodir menjadi karyawan perusahaan.
“Kita buat status quo dulu, jadi tidak ada kelompok yang melakukan aktivitas penerpalan truk batubara yang akan keluar perusahaan. Sambil menunggu ada warga dipekerjakan perusahaan jasa penerpalan atau oleh pihak ketiga,”kata Ardiansyah dalam pertemuan itu.
Sementara itu, Madan selaku perwakilan manajemen PT BAS dalam pertemuan itu menyampaikan akan mengakomodir tuntutan warga Desa Pulau Panggung yang melakukan aksi demo tersebut.
Dengan catatan, kata dia, pihak perusahaan membutuhkan waktu untuk membahas permasalahan ini dengan jajaran level tertinggi di perusahaan. Pihaknya juga tidak akan menolak, jika memang masyarakat menghendaki adanya status quo tentang masalah penerpalan truk batubara tersebut.
“Kita akan akomodir tiga tuntutan warga yang disebutkan. Masalah CSR, transportir, dan tenaga kerja, tetapi kita butuh waktu,”jelas Madan dalam pertemuan itu. (Siswanto)








