BUANAINDONESIA.CO.ID, BANYUASIN – Bupati Banyuasin H. Askolani SH., MH., Mengintruksikan pada seluruh RT dan RW di Banyuasin. agar kembali menyisir warganya yang berhak sebagai penerima Bansos (Bantuan Sosial) namun belum masuk ke dalam data Penerima bansos baik dari Kementrian Sosial, melalui BST (Bantuan Sosial Tunai), BSP (Bantuan Sosial Pangan), PKH (Program Keluarga Harapan) maupun, dari hasil pendataan berjenjang sebelumnya. Untuk selanjutnya akan diberikan bantuan sosial melalui dana APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daeara) Banyuasin. Sebesar 600 ribu selama tiga bulan, dimulai bulan maret 2020.
“Sekarang ini data yang sudah terkumpul sedang dikembalikan ke kelurahan dan RT, untuk dilakukan validasi kembali. Ditahapan ini memungkinkan pengusulan kembali.” Kata Bupati Banyuasin H. Askolani SH., MH., Melalui Kepala Dinas Sosial Banyuasin Drs. Alamsyah Rianda MH pada buamaindonesia.co.id senin (05/0520)
Pengusulan ditahapan validasi ini, sambung Alamsyah, masih ditunggu hingga hari rabu 06 mei 2020. “Setelah selesai pada tahapan valindasi di tingkat RT, data akan kembali di validasi ditingkat kabupaten. Untuk kemudian dana baru bisa dikucurkan ke masyarakat’ imbuhnya.
Langkah vakidasi itu, sambung Alamsyah, perlu dilakukan untuk memastikan agar tidak terjadi tumpang tindih anggaran yang terkucurkan di masyarakat nantinya. “Ini artinya Warga yang sudah mendapatkan manfaat dari Program PKH maupun program dari BLT kementrian Sosial tidak lagi akan mendapatkan bantuan dari program BLT dari Pemerintah kabupaten Banyuasin” urainya.
Alamsyah Rianda menerangkan, dari data yang tekumpul hingga senin 04 mei 2020, jumlah keluarga penerima manfaat dari bantuan pemerintah sebanyak 85.184 KMP (Keluarga Penerima Manfaat) yang terdiri dari 28.229 KPM dari program PKH. 17.245 KPM program BSP. 15.816 KPM dari perluasan program BSP. 19.003 KPM dari parogram Bansos Tunai. 4.891 KPM tambahan PKH. “Jumlah ini belum final. karna, penyisiran belum selesai. Apa bila tahapan validasi selesai, nama-nama penerima akan diumumkan di kelurahan maupun desa masing-masih” jelasnya.
Selain verifikasi dan validasi data, pemerintah Banyuasin juga tengah bekerja sama dengan pihak Bank dalam rangka pembuatan rekening dan ATM. “Setiap ATM nantinya akan berisi uang Rp 600.000 perbulan atau Rp 1.800.000 selama tiga bulan. April, Mei dan Juni. ” tukasnya








