BUANAINDONESIA.CO.ID – Kegiatan sosial Bamukoi Berbagi yang digelar di halaman Masjid Darussalam Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin, Rabu (4/3/2026), berlangsung penuh khidmat. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Musi Banyuasin H. Muhammad Toha, SH, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta berbagai organisasi kemasyarakatan.
Selain kegiatan berbagi kepada masyarakat, acara ini juga dirangkaikan dengan berbuka bersama serta penyerahan sertifikat lahan untuk pembangunan Sanggar Seni Bamukoi yang diharapkan menjadi wadah pembinaan seni dan budaya bagi generasi muda di wilayah Sungai Lilin.
Dalam sambutannya, Bupati Muhammad Toha menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Bamukoi yang telah menginisiasi kegiatan sosial sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kegiatan seperti ini sangat baik karena menjadi wujud nyata kepedulian kepada sesama. Mudah-mudahan kegiatan ini membawa berkah dan bisa menjadi inspirasi bagi komunitas lainnya,” ujar Toha.
Ia juga menilai program sedekah sederhana seperti gerakan seribu rupiah sehari yang dilakukan Bamukoi memiliki dampak besar apabila dilakukan secara bersama-sama.
“Seribu rupiah sehari mungkin terlihat kecil, tetapi jika dilakukan bersama-sama maka manfaatnya sangat besar bagi masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga meminta pemerintah kecamatan dan desa untuk aktif mendata masyarakat yang masih berada dalam kondisi kemiskinan ekstrem, agar dapat segera dibantu oleh pemerintah daerah.
“Kalau masih ada masyarakat yang hidup sebatang kara atau tidak memiliki rumah, segera laporkan. Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin siap membantu semampu yang kita bisa,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Bamukoi, Advokat Fahmi, SH, MH, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Bamukoi Berbagi merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah daerah dalam membantu masyarakat kurang mampu.
Fahmi menjelaskan bahwa Bamukoi memiliki program sosial “Seribu Sehari”, yakni gerakan sedekah seribu rupiah setiap hari yang dikumpulkan oleh para anggota dan kemudian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Program ini lahir dari semangat kebersamaan untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan. Dana yang terkumpul setiap bulan kemudian kami salurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan,” jelas Fahmi.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Musi Banyuasin yang telah meluangkan waktu untuk hadir di tengah masyarakat Sungai Lilin.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati yang telah berkenan hadir bersama kami. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjalankan kegiatan sosial bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain kegiatan berbagi, pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan sertifikat lahan yang nantinya akan digunakan untuk pembangunan Sanggar Seni Bamukoi. Sanggar tersebut diharapkan menjadi tempat pembinaan seni dan kreativitas generasi muda.
Kegiatan Bamukoi Berbagi juga diisi dengan siraman rohani yang disampaikan oleh Ustaz Upik Reza, S.HI dari Palembang.
Dalam tausiyahnya, ia menjelaskan bahwa puasa di bulan Ramadan merupakan madrasah atau sekolah spiritual bagi umat Islam untuk mencapai derajat takwa.
“Puasa ini adalah madrasah bagi kita semua agar lulus dan mendapatkan predikat sebagai orang yang bertakwa,” kata Ustaz Upik Reza.
Ia menjelaskan bahwa menurut sahabat Nabi, Ibnu Mas’ud, orang yang bertakwa diibaratkan seperti seseorang yang berjalan di malam hari dalam kondisi gelap di tengah jalan yang penuh duri, sehingga harus sangat berhati-hati dalam setiap langkahnya.
“Orang yang bertakwa sangat berhati-hati dalam hidupnya, bahkan terhadap hal yang halal pun tidak berlebihan, apalagi terhadap yang haram,” jelasnya.
Ustaz Upik Reza juga menyampaikan bahwa ada lima hal yang perlu dipersiapkan umat Islam untuk meraih derajat takwa di bulan Ramadan, yaitu iman, ilmu, amal, harta untuk bersedekah, serta hati yang lapang.
Kegiatan Bamukoi Berbagi turut dihadiri Camat Sungai Lilin, para pimpinan OPD Kabupaten Musi Banyuasin, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta berbagai organisasi kemasyarakatan seperti Puja Kusuma, TKM, dan KKSS.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kepedulian sosial, kebersamaan, serta nilai-nilai keagamaan semakin tumbuh di tengah masyarakat Kabupaten Musi Banyuasin.










