Lantunan Yasin Membuat Para Jurnalis Bertekuk Lutut di Kantor PWI Sumsel 

408 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID PALEMBANG – Suasana berbeda terasa di Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Selatan, Jumat (3/7). Biasanya  dipenuhi diskusi, rapat, hinga bermain gapek. Namun pagi itu, para jurnalis bertekuk lutut bersila melantunkan layat suci Al-Qur’an bareng. Membaca yasin dan do’a bersama. dalam kegiatan bertajuk Jumat Berkah.

Momen sederhana itu menjadi ruang untuk sejenak menenangkan hati, mempererat silaturahmi, sekaligus menguatkan kebersamaan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi profesi wartawan.

Advertisement

Mewakili Ketua PWI Sumsel Kurnaidi, ST, Wakil Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga PWI Sumsel, Anwar Rasuan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus ikhtiar menjaga kekompakan di lingkungan organisasi.

“Profesi wartawan saat ini menghadapi tantangan yang tidak ringan. Karena itu, melalui kebersamaan seperti ini kami ingin memperkuat silaturahmi agar pengurus dan anggota tetap solid dalam menjalankan tugas jurnalistik,” ujarnya.

Anwar berharap kegiatan Yasinan bersama tidak berhenti sebagai agenda sesaat, tetapi dapat menjadi kegiatan rutin yang terus dilaksanakan karena membawa manfaat, baik secara spiritual maupun dalam mempererat hubungan kekeluargaan di lingkungan PWI Sumsel.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PWI Peduli Sumsel yang telah menggagas kegiatan tersebut.

“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut. Selain bernilai ibadah, juga menjadi sarana mempererat persaudaraan di antara pengurus dan anggota,” katanya.

Ketua PWI Peduli Sumsel, Rofei Husein, menegaskan pembacaan Surat Yasin bukan sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, doa bersama menjadi pengingat bahwa di balik tugas jurnalistik yang penuh dinamika, setiap wartawan membutuhkan kekuatan batin dan kebersamaan.

-“Melalui pembacaan Surat Yasin ini kami bersyukur atas segala rahmat dan perlindungan Allah SWT. Kami juga memohon agar keluarga besar PWI Sumatera Selatan senantiasa diberikan kesehatan, kebijaksanaan, dan kekuatan dalam menjalankan amanah sebagai insan pers,” ujarnya.

Menurut Rofei, rasa persaudaraan yang terjalin di antara sesama wartawan menjadi modal penting untuk menjaga marwah organisasi sekaligus memperkuat peran PWI dalam mendukung kemajuan Sumatera Selatan.

Apresiasi juga disampaikan Ketua Dewan Kehormatan PWI Sumsel, Oktaf Riady. Ia menilai kegiatan keagamaan seperti ini menjadi bekal penting bagi wartawan agar tetap memiliki keteguhan moral dan integritas dalam menjalankan profesinya.

“Menyampaikan kebenaran membutuhkan hati yang tenang dan niat yang lurus. Semoga kegiatan seperti ini membuat kita tetap rendah hati, saling menguatkan, dan terus menjaga integritas sebagai insan pers,” tuturnya.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin H. Afdal Ajmi Djambak. Seluruh peserta larut dalam kekhusyukan, memohon keselamatan, keberkahan, dan kemudahan bagi keluarga besar PWI Sumatera Selatan serta masyarakat luas.

Di tengah derasnya arus informasi dan tantangan yang terus berkembang, Jumat Berkah itu menjadi pengingat bahwa seorang wartawan tidak hanya membutuhkan ketajaman berpikir, tetapi juga ketenangan hati. Dari kebersamaan yang sederhana itulah semangat untuk terus menjaga profesionalisme dan menyuarakan kebenaran kembali dikuatkan.

“Menurut saya, versi ini terasa lebih hidup karena pembaca diajak “masuk” ke suasana kegiatan sejak paragraf pertama. Ini adalah teknik feature ringan yang lazim dipakai media dan tetap memenuhi kaidah berita, sehingga tidak terkesan seperti hasil AI atau sekadar menyalin siaran pers.

Bagaimana Menurut Anda?